Rabu, 31 Mei 2017 08:08 WIB

Berbobot 5,9 Kg, Bayi Ini Lahir Lewat Persalinan Normal

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: thinkstock Foto: thinkstock
Jakarta - Bayi bernama Finn ini lahir dengan bobot 5,9 kg. Sang ibu, Lauren Flaugher dilaporkan berhasil melahirkan bayinya itu melalui proses persalinan normal. Wow!

Tiga tahun lalu Lauren melahirkan anak pertamanya dengan berat lahir 4,3 kg. Ketika usia Finn 20 minggu di kandungan, pemeriksaan USG menunjukkan jika ia berperawakan besar. Dikatakan Lauren, sehari sebelum melahirkan, ia bertemu dengan bidan dan diprediksi berat badan bayinya sekitar 4.3-4,5 kg.

"Tapi nyatanya setelah menunggu selama 9 jam dan mengejan selama 20 menit, FInn lahir dengan sehat dan selamat. Bobotnya 5,9 kg. Lucunya, saat di timbang, timbangan untuk bayi di RS maksimal bisa menimbang bayi 5,4 kg. Saya pikir timbangannya akan rusak," kata Lauren kepada People.

Kemudian, si kecil Finn ditimbang dengan timbangan digital dan hasilnya, diketahui bayi itu berbobot 5,9 kg. Tak hanya Lauren, sang suami, Joe pun tak percaya jika bayinya memiliki bobot 5,9 kg. Saat Finn lahir, bidan fokus pada berat badannya kemudian meminta Lauren untuk segera melakukan inisiasi menyusu dini.

Baca juga: Kisah Bayi yang Lahir dengan Tangan dan Kaki Tambahan

"Kadar glukosa Finn juga diukur dan hasilnya normal. Ya, mungkin Finn ingin mengalahkan kakak perempuannya dalam hal bobot saat lahir," ujar Lauren.

Dalam foto yang diunggah Joe di halaman Facebook-nya, tampak Lauren berpose bersama putrinya Aurea dan Finn. Foto itu merupakan bentuk penghormatan Joe pada sang istri atas perjuangannya melahirkan Finn. Joe menulis jika Lauren tak hanya ibu dari dua anak tapi juga ibu dari ratusan anak. Ya, sebab selama ini Lauren bekerja sebagai guru.

"Anak saya luar biasa dan saya mencintai mereka juga istri saya lebih dari kata-kata yang bisa saya ungkapkan. Setelah kisah kelahiran anak kami menjadi luar biasa, inilah kisah istri saya yang perlu diketahui semua orang," tulis Joe.

Kondisi bayi yang lahir dengan ukuran besar disebut juga dengan makrosomia. Makrosomia terjadi manakala bayi baru lahir memiliki berat lebih dari 4.000 gram atau 4 kg. Penyebab mikrosomia ada berbagai faktor. dr Yassin Yanuar MIB, SpOG, MSc, dari Rumah Sakit Pondok Indah menyebut penelitian menunjukkan bahwa perempuan Hispanik memiliki risiko lebih tinggi mengalami makrosomia pada janin dibandingkan dengan wanita kulit putih, Afrika Amerika, atau Asia.

Selain itu faktor genetik seperti tinggi dan berat orang tua juga mungkin memainkan peran dalam menentukan berat lahir bayi. Selain itu penyebab lainnya adalah adanya hiperglikemia yang intermiten, multiparitas dan penyebab yang tidak diketahui.

Penyebab lainnya adalah diabetes yang tidak terkontrol, obesitas pada ibu, juga kenaikan berat badan ibu yang berlebihan dan berhubungan dengan makrosomia.

Baca juga: Begini Momen Saat Suami Bantu Istrinya Melahirkan di Mobil

(rdn/up)