Minggu, 14 Jul 2019 15:08 WIB

5 Fakta Megalomania, Gangguan Kejiwaan yang Ditulis Rai D'MASIV

Lusiana Mustinda - detikHealth
Megalomania yang disebut sebagai gangguan kejiawaan. Foto: thinkstock Megalomania yang disebut sebagai gangguan kejiawaan. Foto: thinkstock
Jakarta - Personel D'MASIV, Rian dan Rai tertangkap kamera tengah bertengkar di atas panggung. Rai pun singgung soal megalomania. Apa itu megalomania?

Dalam akun Instagram milik bassist D'MASIV, ia menuliskan 'Megalomania'. Sebenarnya, apa sih itu megalomania? Berikut 5 faktanya soal megalomania yang ramai dibicarakan.

1. Gejala Gangguan Jiwa

Megalomania artinya salah satu gejala gangguan jiwa yang ditandai dengan fantasi hebat atau perilaku gaya hebat tetapi realitanya tidak benar. Orang dengan megalomania juga merasa ingin dipuja dan mengalami gangguan empati.

2. Haus Kekuasaan

Jurnal 'The Megalomaniac Traits of Personality: personality disorder, psychotic delusion or what? An ethological interpretation' menjelaskan kalau megalomania syndrome lebih memprioritaskan diri mereka dan tidak sungkan untuk mengeliminasi sekitarnya untuk dapat mendominasi lingkungan yang ia tinggali.

Meskipun tujuannya untuk melindungi komunitas, namun seseorang dengan megalomania syndrome akhirnya akan mengarah pada ekploitasi.


3. Bagian dari Narsisme

Beberapa pakar melihat seseorang dengan penyakit gangguan jiwa atau megalomania adalah narsisme atau narcissistic personality disorder dalam kondisi ekstrem. Dalam kondisi ini, mereka melihat diri mereka sendiri sebagai sosok yang lebih berkemampuan, berkuas dan tinggi dalam segala hal.

4. Cenderung Membelokkan Kenyataan untuk Memenuhi Egosentrisnya

Megalomania delusional pertama kali diperkenalkan ke dalam dunia psikologi dan psikiatri oleh Sigmud Freud. Ahli saraf asal Austria ini mengatakan bahwa megalomania delusional adalah bagian dari ciri gangguan mental ringan pada orang dewasa yang dimaniferstasikan dari akumulasi pengalaman masa kanak-kanak.

Seseorang dengan megalomania sangat mempertahankan ide-ide yang mereka miliki. Mereka tidak akan melihat kesalahannya sendiri, akan tetapi akan mencari-cari keterikatan dengan ide milik sang lawan. Dengan kata lain orang megalomania cenderung egois.

5. Berbohong Demi Mendapatkan Pengakuan

Megalomania diambil dari bahasa Yunani, yang berarti "obsesi besar". Seberapa besar obsesi atau overestimasi seseorang terhadap kemampuannya yang disebut megalomania ini memiliki tingkat yang berbeda.

Seperti beberapa waktu yang lalu. Pada kasus Dwi Hartanto, Mahasiswa S3 Technise Universiteit Delft di Belanda, yang sudah disebut-sebut sebagai "Penerus Habibie" karena prestasinya di bidang aeronautika. Dwi mengaku telah berbohong atas prestasi-prestasinya itu.

Perilaku berbohong sendiri adalah sesuatu yang muncul dari dorongan psikis seseorang. Baik yang disadari atau tidak, diantaranya yang terkait dengan keinginan mendapat pengakuan lebih ini disebut dengan megalomania.



Simak Video "Sering Berbohong, Bisa Jadi Anda Terkena Mythomania"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/lus)
News Feed