Jumat, 24 Jun 2022 18:14 WIB

Angka COVID-19 Naik Lagi, AXA Mandiri Ingatkan buat Hidup Sehat

Yudistira Imandiar - detikHealth
AXA Mandiri Syariah Foto: AXA Mandiri Syariah
Jakarta -

PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) melalui unit AXA Mandiri Syariah bekerja sama dengan PT Bank Syariah Indonesia, Tbk (BSI) menggelar webinar bertajuk 'Tetap Aman dan Sehat, Kembali Sekolah Setelah Pandemi'. Webinar tersebut menghadirkan pakar kesehatan dan keuangan guna memberikan wawasan untuk membantu nasabah dan masyarakat menjaga kesehatan dan kesejahteraan.

Lewat webinar tersebut, AXA Mandiri Syariah mengajak masyarakat untuk tetap menjaga kewaspadaan dan kesehatan. Terlebih saat ini kasus COVID-19 dalam tren kembali meningkat. Webinar yang dihadiri oleh nasabah Bank Syariah Indonesia ini menghadirkan beberapa pembicara, antara lain Dokter Spesialis Anak Mayapada Hospital Tangerang dr. Marlyn Cecilia M., Sp.A, Regional CEO Bank Syariah Indonesia Wisnu Sunandar, dan Direktur AXA Mandiri Uke Giri Utama.

"Seiring dengan angka kasus harian baru COVID-19 yang sudah kembali menembus seribu kasus, kami mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kewaspadaan dengan menjalani protokol kesehatan. Sebagai penyedia jasa asuransi berbasis syariah, kami juga memiliki komitmen untuk memastikan nasabah kami dan masyarakat pada umumnya tetap terlindungi dari dampak pandemi yang berkepanjangan ini sesuai dengan prinsip syariah," kata Direktur AXA Mandiri Uke Giri Utama dalam keterangan tertulis, Jumat (24/6/2022).

"Melalui penyampaian informasi berharga dari para pakar di bidangnya mengenai perkembangan di dunia kesehatan, termasuk cara terbaik melindungi diri dan keluarga dari risiko kesehatan, kami harap kegiatan webinar ini membawa berkah bagi para peserta sekaligus dapat berkontribusi untuk meningkatkan tingkat literasi layanan keuangan syariah yang saat ini masih tergolong rendah," imbuhnya.

AXA Mandiri Syariah Foto: AXA Mandiri Syariah

Salah satu topik utama dari webinar adalah cara menyikapi biaya perawatan medis yang selalu meningkat. Menurut data Mercer Marsh Benefits tahun 2019, Indonesia mencatatkan salah satu peningkatan biaya medis tertinggi di antara negara Asia lainnya dengan pertumbuhan sebesar 11%.

"Selain terus meningkatnya biaya perawatan medis dan COVID-19, masyarakat dihadapi juga dengan berbagai risiko kesehatan lainnya, termasuk penyakit tropis seperti demam berdarah serta hepatitis pada anak. Di sinilah manfaat asuransi kesehatan berbasis syariah dapat menjadi solusi bagi keluarga karena memberikan manfaat klaim rawat inap dan rawat jalan untuk berbagai penyakit yang tetap berlaku jika berada di beberapa negara selain Indonesia," tutur Uke.

Ia menjabarkan salah satu contoh produk asuransi syariah yang ditawarkan AXA Mandiri Syariah adalah Asuransi Mandiri Perlindungan Sejahtera Syariah: Solusi Perlindungan Jiwa Syariah. Produk yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) itu menawarkan keunggulan berupa perlindungan jiwa sampai dengan usia 100 tahun, perlindungan asuransi dasar apabila meninggal dunia karena sebab apapun, maslahat tambahan meninggal dunia dan ketidakmampuan karena kecelakaan, serta santunan asuransi maksimal sesuai kebutuhan keluarga pemegang polis.

Selain memberikan perlindungan, lanjut Uke, keunggulan dari asuransi berbasis syariah adalah fitur wakaf yang memberikan pemegang polis kesempatan untuk berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat Indonesia. Uke menyebut dengan memiliki polis asuransi syariah, pemegang polis dapat menjadi wakif tanpa perlu menyediakan dana wakaf secara langsung dan hanya perlu melakukan kontribusi secara berkala. Fitur ini memudahkan nasabah untuk dijadikan ladang pahala sekaligus membantu masyarakat Indonesia yang membutuhkan.

(ega/ega)