Peneliti di AS menemukan dugaan Malaria yang melompat ke tubuh manusia seperti yang terjadi pada AIDS. Peneliti menemukan parasit yang ada di Malaria memiliki kesamaan genetik dengan parasit yang ditemukan simpanse.
Penelitian ini diharapkan bisa membantu penemuan vaksin pencegah Malaria yang saat ini pembuatannya vaksinnya masih mengalami kesulitan. Malaria menurut data WHO, masih menjadi penyakit yang mematikan dengan lebih dari 1 juta orang meninggal yang sebagian besar adalah anak-anak. Malaria juga telah menginfeksi 300 juta orang setiap tahunnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Francisco Ayala, peneliti dari University of California Irvine mengatakan Malaria terutama dari jenis parasit Plasmodium falciparum kemungkinan pindah ke tubuh manusia sekitar 10.000 tahun lalu."Ketika Malaria berpindah ke tubuh manusia penyebarannya kemudian menjadi sangat cepat dan parah. Wabah ini telah membuat tubuh manusia sangat resisten terhadap banyak obat-obatan. Kami berharap penemuan ini akan membawa kita semakin dekat untuk menemukan vaksinnya," tutur Ayala.Ayala dan timnya telah mengambil contoh darah dari 94 simpanse di Kamerun dan Pantai Gading untuk menemukan beberapa versi dari parasit."Ada hubungan yang sangat terkait antara Plasmodium falciparum yang ternyata berasal dari Plasmodium reichenowi di tubuh simpanse," ujar Ayala.
Temuan terakhir ini menunjukkan bahwa beberapa penyakit manusia semakin banyak yang berasal dari binatang. Selain AIDS yang juga dari simpanse, flu babi alias virus H5N1, Ebola juga diduga dari binatang.











































