Sebuah sensor yang terbuat dari partikel nano dari emas dapat mendeteksi kemungkinan penyakit kanker paru-paru dari nafas pasien dan menjadi alternatif diagnosis terkini sebelum pasien menderita tumor atau kanker paru-paru.
Menurut para pengembang alat tersebut, harga yang ditawarkan untuk alat pendeteksi itu tergolong murah dan dapat dijangkau oleh kalangan dokter atau rumah sakit dan dengan tingkat keakuratan 86 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, tes nafas untuk mendeteksi adanya VOC pernah diterapkan dalam dunia medis pada tahun 2006, yaitu dengan menggunakan anjing terlatih yang dapat mencium adanya komponen kanker dalam nafas seseorang, namun tingkat keakuratannya lebih rendah.
Kanker paru-paru saat ini menempati urutan pertama dari jenis kanker yang paling banyak menyebabkan kematian pada pria dan wanita.
Karena gejalanya yang samar-samar dan tidak terlalu terasa, pasien pun sering kecolongan dan akhirnya ketika sudah ditangani para ahli medis tidak dapat tertolong lagi.
"Metode diagnosis konvensional untuk kanker paru-paru yang ada saat ini cenderung mahal dan masih kurang akurat, bahkan tumor pun terkadang tidak terdeteksi. Namun dengan alat terbaru kini, risiko kanker paru-paru dapat terdeteksi dengan lebih sensitif, efisien dan efektif karena sifatnya yang portable," ujar Hossam Haick, salah seorang peneliti yang menulis penemuannya dalam Nature Nanotechnology, seperti dilansir Reuters, Senin (31/8/2009).
Saat ini, kanker paru-paru membunuh 1,3 juta orang setiap tahunnya, hanya 15 persen pasien yang dapat bertahan hingga 5 tahun lebih karena deteksinya yang terlambat.











































