Alat Pendeteksi Kanker Paru-Paru Makin Murah

Alat Pendeteksi Kanker Paru-Paru Makin Murah

- detikHealth
Senin, 31 Agu 2009 10:02 WIB
Alat Pendeteksi Kanker Paru-Paru Makin Murah
London - Kanker pembunuh nomor 1 di dunia, kanker paru-paru kini bisa dideteksi lebih dini, akurat dan murah. Selama ini, banyak penderita yang tidak tertolong karena pendeteksian yang telat. Kini, ada alat yang murah dan akurat dengan menggunakan teknologi partikel nano.

Sebuah sensor yang terbuat dari partikel nano dari emas dapat mendeteksi kemungkinan penyakit kanker paru-paru dari nafas pasien dan menjadi alternatif diagnosis terkini sebelum pasien menderita tumor atau kanker paru-paru.

Menurut para pengembang alat tersebut, harga yang ditawarkan untuk alat pendeteksi itu tergolong murah dan dapat dijangkau oleh kalangan dokter atau rumah sakit dan dengan tingkat keakuratan 86 persen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan menggunakan teknologi sensor partikel nano dari emas, alat tersebut dapat mendeteksi adanya komponen spesifik atau Volatile Organic Compounds (VOC) pada nafas seseorang yang memiliki risiko kanker paru-paru.

Sebelumnya, tes nafas untuk mendeteksi adanya VOC pernah diterapkan dalam dunia medis pada tahun 2006, yaitu dengan menggunakan anjing terlatih yang dapat mencium adanya komponen kanker dalam nafas seseorang, namun tingkat keakuratannya lebih rendah.

Kanker paru-paru saat ini menempati urutan pertama dari jenis kanker yang paling banyak menyebabkan kematian pada pria dan wanita.

Karena gejalanya yang samar-samar dan tidak terlalu terasa, pasien pun sering kecolongan dan akhirnya ketika sudah ditangani para ahli medis tidak dapat tertolong lagi.

"Metode diagnosis konvensional untuk kanker paru-paru yang ada saat ini cenderung mahal dan masih kurang akurat, bahkan tumor pun terkadang tidak terdeteksi. Namun dengan alat terbaru kini, risiko kanker paru-paru dapat terdeteksi dengan lebih sensitif, efisien dan efektif karena sifatnya yang portable," ujar Hossam Haick, salah seorang peneliti yang menulis penemuannya dalam Nature Nanotechnology, seperti dilansir Reuters, Senin (31/8/2009).

Saat ini, kanker paru-paru membunuh 1,3 juta orang setiap tahunnya, hanya 15 persen pasien yang dapat bertahan hingga 5 tahun lebih karena deteksinya yang terlambat.

Rekomendasi Obat


(fah/ir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads