Kepala BPOM, dr. Husniah Rubiana Thamrin mengatakan pihaknya menemukan beberapa produk ilegal yang sudah kadaluarsa bahkan beberapa diantaranya ada yang mengandung babi.
"Karena produk luar, jadi komposisinya nggak bisa dibaca. Apalagi sudah tercampur dengan produk-produk lainnya, dan ternyata setelah diteliti mengandung babi," ujar Husniah dalam acara buka puasa bersama yang digelar di kediaman Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari, Jakarta, Selasa malam (1/9/2009), .
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rencananya razia akan digelar hingga hari Idul Fitri tiba. Para produsen yang ketahuan menjual parsel yang tidak memenuhi syarat pun akan dipanggil dan disita barangnya sesuai ketentuan dari peraturan perdagangan.
Menurut Husniah, yang tahu batas kadaluarsa suatu produk itu adalah produsen, dan sebelum tanggal kadaluarsa seharusnya sudah ditarik. "Hanya produsen yang tahu, karena tiap hari diproduksi, penjual jarang yang sadar apalagi konsumen," ujarnya.
"Jadi kalau ada produk kadaluarsa di pasar, yang salah adalah produsennya, bukan penjual pasar," tambah Husniah.
Tapi memang diakui, banyak penjual nakal yang mencoba mengelabui konsumen dengan menyelipkan produk kadaluarsa dalam parsel. "Mumpung parsel, jadi dimasukkin di tengah-tengahnya," ucapnya.
Adapun pelanggaran yang umumnya terjadi adalah masalah tanggal yang sudah lewat batas, produk tanpa izin edar, dan kemasan yang rusak. Oleh karena itu, konsumen pun diminta lebih cermat dan teliti sebelum membeli parsel.












































