BPOM Gencarkan Razia Parsel

BPOM Gencarkan Razia Parsel

- detikHealth
Rabu, 02 Sep 2009 09:44 WIB
BPOM Gencarkan Razia Parsel
Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) gencar melakukan razia parsel menjelang lebaran ke berbagai pasar. BPOM mensinyalir banyak produsen nakal yang menjual produk-produk parsel kadaluarsa dan ilegal.

Kepala BPOM, dr. Husniah Rubiana Thamrin mengatakan pihaknya menemukan beberapa produk ilegal yang sudah kadaluarsa bahkan beberapa diantaranya ada yang mengandung babi.

"Karena produk luar, jadi komposisinya nggak bisa dibaca. Apalagi sudah tercampur dengan produk-produk lainnya, dan ternyata setelah diteliti mengandung babi," ujar Husniah dalam acara buka puasa bersama yang digelar di kediaman Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari, Jakarta, Selasa malam (1/9/2009), .

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk mengantisipasi maraknya parsel ilegal dan kadaluarsa tersebut, pihak BPOM telah melakukan razia ke berbagai pasar modern, retail dan toko-toko yang menjual parsel.

Rencananya razia akan digelar hingga hari Idul Fitri tiba. Para produsen yang ketahuan menjual parsel yang tidak memenuhi syarat pun akan dipanggil dan disita barangnya sesuai ketentuan dari peraturan perdagangan.

Menurut Husniah, yang tahu batas kadaluarsa suatu produk itu adalah produsen, dan sebelum tanggal kadaluarsa seharusnya sudah ditarik. "Hanya produsen yang tahu, karena tiap hari diproduksi, penjual jarang yang sadar apalagi konsumen," ujarnya.

"Jadi kalau ada produk kadaluarsa di pasar, yang salah adalah produsennya, bukan penjual pasar," tambah Husniah.

Tapi memang diakui, banyak penjual nakal yang mencoba mengelabui konsumen dengan menyelipkan produk kadaluarsa dalam parsel. "Mumpung parsel, jadi dimasukkin di tengah-tengahnya," ucapnya.

Adapun pelanggaran yang umumnya terjadi adalah masalah tanggal yang sudah lewat batas, produk tanpa izin edar, dan kemasan yang rusak. Oleh karena itu, konsumen pun diminta lebih cermat dan teliti sebelum membeli parsel.

Rekomendasi Obat


(fah/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads