Jumat, 13 Nov 2009 11:05 WIB

Impoten Gara-gara Kontaminasi Botol BPA

- detikHealth
California - Satu lagi penyakit yang muncul akibat paparan BPA (Bisphenol-A). Studi sebelumnya menunjukkan bahwa bahan BPA yang banyak terdapat pada botol plastik keras menyebabkan jantung, diabetes, kanker dan kerusakan saraf. Kini BPA diketahui sebagai penyebab impotensi.

Fakta itu ditemukan setelah 164 pekerja pabrik pria di China yang banyak terkena BPA diketahui mengalami impotensi dan keinginan seksual yang rendah. Partisipan yang bekerja di pabrik botol tersebut dilaporkan 4 kali lebih sering mengalami masalah ereksi, 7 kali labih tinggi mengalami kesulitan ejakulasi dan 4 kali lebih tinggi mengalami penurunan dan ketidakpuasan seksual.

Pekerja terkena paparan BPA melalui kulit atau udara yang terhirup (inhalasi). Hal ini menjadi perhatian beberapa peneliti, karena dampaknya juga bisa terjadi pada konsumen yang biasa menggunakan botol atau bahan plastik keras lainnya.

Menurut peneliti, pekerja pria yang terlibat dalam studi itu terkena paparan BPA hingga 50 kali lebih tinggi daripada pria biasa yang tidak bekerja di pabrik itu. "Tapi kita tidak tahu sampai dosis mana paparan BPA menyebabkan impotensi, terutama pada konsumen," ujar Dr. De-Kun Li, seorang peneliti dari Kaiser Permanente's Research division di Oakland, California seperti dilansir Health24, Jumat (13/11/2009).

Peneliti sedang mencari tahu pada dosis berapa dan sesering apa paparan BPA yang menyebabkan impotensi. Masyarakat dan konsumen diminta untuk tidak terlalu sering menggunakan botol atau barang apa saja yang mengandung BPA.

BPA (Bisphenol-A) sering dipakai luas dalam pembuatan produk-produk konsumen seperti botol plastik keras, metal atau kaleng makanan dan minuman. BPA paling banyak terdapat pada botol-botol keras seperti pada botol susu bayi. Studi terbaru bahkan menemukan BPA pada kertas bon.

Meski beberapa produsen mengklaim sudah tidak menggunakan BPA lagi, namun 90 persen populasi Amerika yang dites urinnya terdeteksi mengandung BPA. Tahun kemarin, FDA sudah mengumumkan bahwa jumlah BPA yang terdapat pada botol masih dalam ambang batas dan tidak berbahaya. Tapi kali ini setelah bukti-bukti bermunculan, FDA mulai mengkaji ulang hal tersebut.
Health24
Penemuan ini dipublikasikan dalam Journal Human Reproduction dan didanai oleh the National Institute of Occupational Safety and Health.

Rekomendasi Obat


(fah/ir)