Mendeteksi Kecepatan Makan dengan Mandometer

Mendeteksi Kecepatan Makan dengan Mandometer

- detikHealth
Rabu, 06 Jan 2010 10:50 WIB
Mendeteksi Kecepatan Makan dengan Mandometer
Stockholm - Makan yang terlalu cepat bisa berakibat buruk terhadap kesehatan seperti menjadi obesitas atau dapat memicu berbagai penyakit kronis. Peneliti menggunakan alat yang dapat mendeteksi seberapa cepat seseorang melahap makanan yang ada di piring.

Mandometer merupakan alat yang digunakan untuk untuk mengetahui berapa kecepatan makan seseorang. Alat ini akan memberitahu penggunanya jika dirinya makan terlalu cepat. Diharapkan alat ini bisa mencegah terjadinya obesitas, karena kebiasaan makan cepat memicu orang makan banyak yang mengakibatkan penambahan berat badan.

Dalam percobaannya, peneliti melibatkan 106 anak penderita obesitas, dan ternyata alat ini menunjukkan hasil yang menjanjikan seperti dilaporkan dalam British Medical Journal. Setelah 12 bulan, didapatkan anak-anak tersebut berat badannya berkurang dan memiliki porsi makan yang lebih kecil. Selain itu, kecepatan makannya pun berkurang sebesar 11 persen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para ahli percaya bahwa makan terlalu cepat bisa mengganggu sistem sinyal yang memberitahu otak untuk berhenti makan saat perut sudah penuh. Perangkat alat untuk mengetahui kecepatan makan ini dirancang oleh para ilmuwan dari Karolinska Institute di Stockholm. Alat ini juga bisa digunakan untuk membantu pasien yang memiliki gangguan makan seperti bulimia atau orang yang cenderung makan dengan cepat.

Mandometer akan memplot grafik yang menunjukkan tingkat kecepatan makan seseorang yang telah diprogram oleh seorang terapis. Jika penggunanya makan terlalu cepat, maka mesin akan memberitahunya seperti alarm.

"Alat ini bisa sangat membantu anak yang obesitas. Anak akan diajarkan untuk makan lebih lambat sehingga cepat terasa kenyang dan makan dengan porsi yang lebih sedikit," ujar Prof Julian Hamilton-Shield dari Bristol Royal Hospital for Children, seperti dikutip dari BBC, Rabu (6/1/2010).

Ditambahkan Prof Julian, sebaiknya seseorang makan di meja makan dan bukan di depan televisi. Karena biasanya orang akan makan lebih cepat jika berada di depan televisi atau jika makan seorang diri.

Kebanyakan orang membutuhkan waktu makan selama 15-20 menit saja, tapi banyak orang yang makan lebih cepat dari itu. Sementara waktu ideal yang dibutuhkan oleh seseorang untuk makan 20-30 menit setiap kali makan.

Selain itu, sebaiknya seseorang mengunyah makanan sebanyak 30 kali. Tapi tergantung dari jenis makanan yang dikonsumsi, jika makanannya cukup keras maka kemungkinan seseorang harus mengunyah lebih dari 30 kali.

Dengan menggunakan Mandometer, orang akan makan lebih lambat dan porsinya menjadi lebih sedikit sehingga mencegah seseorang mengalami obesitas yang dapat memicu berbagai penyakit dalam tubuh.
(ver/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads