Itu berarti sudah ada gen di dalam tubuh si pelaku ditambah kondisi yang membuatnya depresi yang dengan cepat ingin mengakhiri hidupnya. Jadi hati-hati kalau punya keinginan bunuh diri coba telusuri riwayat keluarga jangan-jangan sudah ada gennya yang menurun.
Peneliti melakukan investigasi terhadap 394 partisipan yang depresi, 113 diantaranya sudah melakukan bunuh diri. DNA mereka kemudian dibandingkan dengan 366 orang dalam keadaan sehat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagian yang mempengaruhi keinginan bunuh diri disebut dengan varian gen Nucleotide Polymorphisms (SNPs). Varian tersebut akan mempengaruhi dua gen yang berhubungan dengan formasi sel-sel saraf dan pertumbuhannya dalam otak. Gen itu juga yang mempengaruhi keputusan seseorang untuk mengakhiri hidupnya.
Seseorang yang memiliki gen tersebut dalam tubuhnya berisiko 4,5 kali lebih besar mengalami percobaan bunuh diri dibanding seseorang yang tidak membawa gen tersebut dalam tubuhnya.
Studi yang dipimpin oleh Dr Martin Kohli dari the John P Hussman Institute for Human Genomics in Miami, Amerika ini dipublikasikan dalam Journal Archives of General Psychiatry.
"Bunuh diri ternyata dapat diturunkan dalam sebuah keluarga. Adanya kesamaan fenotip dalam satu garis keturunan memungkinkan hal ini bisa terjadi. Tapi risiko bunuh diri karena faktor genetik ini berbeda dengan bunuh diri karena gangguan psikologi atau depresi," kata Dr Martin seperti dilansir Telegraph, Rabu (3/2/2010).
(fah/ir)











































