Manusia Terpendek yang Berumur Pendek

Manusia Terpendek yang Berumur Pendek

- detikHealth
Rabu, 17 Mar 2010 13:35 WIB
Manusia Terpendek yang Berumur Pendek
Jakarta - Pingping adalah manusia terpendek di dunia yang berasal dari China dengan tinggi 2 kaki 5 inci (73,66 cm). Manusia terpendek itu hanya berumur pendek. Pingping telah meninggal dunia pada 13 Maret di Italia di usia 21 tahun.

Pria kerdil itu meninggal dunia setelah seminggu dirawat di rumah sakit. Sampai sekarang belum diketahui dengan pasti penyebab kematianya.

"Sebagai laki-laki kecil, ia membawa dampak besar di seluruh dunia," kata Craig Glenday, ketua editor Guinness World Records, yang mengukur Pingping di China utara wilayah Mongolia pada tahun 2008, seperti dilansir dari FoxNews, Rabu (17/3/2010).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Glenday, dari saat pertama melihatnya, dia tahu Pingping adalah seseorang yang sangat istimewa. Pingping yang memiliki bentuk primordial dwarfisme ini, selalu tersenyum dan memiliki kepribadian yang baik. Setiap orang tidak bisa untuk tidak terpesona olehnya.

Guinness World Records mengatakan akan mengumumkan pengganti Pingping sebagai laki-laki terpendek dunia pada waktu yang tepat. Kandidat terkuat adalah Khagendra Thapa Magar yang berasal dari Nepal. Tingginya 1 kaki 8 inchi (50,8 cm) dan berusia 18 tahun.

Seperti dilansir dari emaxhealth, primordial dwarfisme adalah suatu bentuk yang jarang dari dwarfisme (kekerdilan) yang mengakibatkan ukuran tubuh lebih kecil dalam semua tahap kehidupan. Primordial dwarfisme merupakan suatu kondisi yang mempengaruhi sekitar 100.000 sampai 500.000 orang di Amerika Serikat.

Dwarfisme adalah suatu kelainan yang mengakibatkan perawakan pendek dengan ukuran orang dewasa di bawah 4 kaki tinggi 10 inci (147,32 cm). Sebagian besar kasus perawakan pendek disebabkan oleh tulang atau gangguan endokrin. Secara keseluruhan, terdapat lebih dari 200 jenis dwarfisme, primordial dwarfisme salah satunya.

Primordial dwarfism merupakan gangguan pertumbuhan yang terjadi saat bayi masih berada di rahim. Bayi primordial dwarfisme akan terlahir sangat pendek. Setelah lahir, mereka akan mengalami tahap pertumbuhan yang sangat lambat.

Primordial dwarfism memiliki beberapa sub tipe, yaitu Majewski osteodysplastic primordial dwarfism (MOPD) tipe I, MOPD tipe II, MOPD tipe III, Seckel Syndrome, Russell-Silver Syndrome, dan Meyer-Gorlin Syndrome.

MOPD tipe I, II dan III mempengaruhi sekitar ratusan orang di seluruh dunia. Hal ini ditandai dengan pertumbuhan atau perkembangan tidak normal dari organ-organ dan jaringan, kepala kecil, scoliosis, hidung mancung, suara bernada tinggi, kepribadian ramah, dan masalah tulang progresif.

Seckel syndrome ditandai oleh kepala yang sangat kecil, wajah sempit, cacat telinga, mata besar yang tidak normal, gigi cacat, kelainan tulang lainnya dan keterbelakangan mental.

Russell-Silver syndrome dicirikan dengan orang yang memiliki fitur wajah khas termasuk wajah segitiga kecil, hidungnya mancung dan sudut mulut agak turun. Ciri yang lainnya seperti adanya pertumbuhan berlebih dari satu sisi tubuh, mengakibatkan asimetri lengan atau kaki dan cacat jari tangan dan kaki.

Sedangkan individu yang dilahirkan dengan Meyer-Gorlin Syndrome memiliki telinga kecil, tempurung lutut kecil atau bahkan tidak ada, mulut kecil dengan bibir penuh, berbagai kelainan tulang, serta tulang rahang atas dan bawah tidak berkembang.

Semua kelainan ini sangat langka, sehingga sulit untuk tahu persis berapa banyak orang yang terkena dampak dan juga sering terjadi misdiagnosis. Anak-anak dengan dwarfisme tidak tumbuh seperti anak-anak lain, karena gangguan metabolisme, kekurangan gizi atau gangguan pencernaan.

Tidak ada pengobatan yang efektif untuk penyakit kerdil ini. Primordial dwarfisme disebabkan oleh warisan gen mutan yang berasal dar orangtua.

Gangguan pertumbuhan normal bukan disebabkan oleh kekurangan hormon pertumbuhan. Pada Januari 2008, telah dipublikasikan bahwa mutasi pada gen pericentrin (PCNT) telah menyebabkan primordial dwarfisme.

Pericentrin memiliki peran dalam pembelahan sel, segregasi kromosom yang tepat dan sitokinesis.

Harapan hidup untuk orang-orang dengan primordial dwarfisme belum ditentukan, meskipun mereka memiliki peningkatan risiko untuk aneurisms dan masalah vaskular lainnya.

(mer/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads