"Hingga kini belum pernah ada operasi cangkok jantung yang dilakukan di Indonesia, karena sangat susah mencari orang yang mau mendonorkan jantungnya untuk orang lain," ujar Dr. H. Aulia Sani, SpJP(K) FJCC FIHA, saat dihubungi detikHealth, Kamis (25/3/2010).
Dr Aulia menuturkan ada beberapa hal yang menyebabkan cangkok jantung belum ada di Indonesia, yaitu:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Prosesnya harus cepat dan segera dibawa setelah jantung dikeluarkan dari tubuh pendonor
- Tidak semua keluarga mau menyetujui organnya diambil untuk orang lain
- Masih adanya beberapa pandangan masyarakat yang keberatan jika organ jantung didonorkan.
"Mencari donor untuk kornea mata saja susah, apalagi untuk organ jantung yang masih dianggap sebagai alat vital dalam kehidupan manusia. Padahal kalau otak sudah mati, maka orang tersebut sudah dinyatakan meninggal dan organ jantungnya bisa diambil," ungkap dokter yang pernah menjadi Direktur utama Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Jakarta.
Hingga kini sudah banyak negara yang berhasil melakukan donor jantung seperti Singapura, Malaysia, China dan Taiwan. Untuk negara di Asia yang sudah banyak melakukan donor jantung dan memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi adalah Taiwan.
"Taiwan memiliki angka kecelakaan yang tinggi dan di sana untuk hukuman matinya dengan cara ditembak kepalanya, jadi kalau tahanan tersebut sudah dinyatakan mati otaknya (brain death) dinyatakan sudah meninggal maka organnya bisa didonorkan salah satunya adalah organ jantung," ujar dokter yang lahir di Bagan Siapi-api 64 tahun silam.
Dr Aulia menuturkan kalau di Indonesia tidak bisa mengambil donor jantung dari terhukum mati, karena hukum mati disini dengan cara ditembak jantungnya. Jadi secara otomatis tidak mungkin mengambil donor jantung dari terpidana mati.
"Sebenarnya dokter disini sudah mampu melakukan operasi transplantasi jantung dan peralatan yang ada juga sudah memadai, tapi belum pernah dilakukan karena susahnya mencari pendonor jantung. Sedangkan untuk organ lain seperti ginjal, liver, sumsum tulang belakang, kulit atau kornea mata sudah pernah dilakukan operasi cangkoknya di Indonesia," tambahnya.
Cangkok jantung bisa terjadi untuk keseluruhan organ jantung (cangkok total) atau bisa juga hanya sebagian organ saja (cangkok parsial).
Syarat yang harus dipenuhi oleh seorang pendonor adalah memiliki jantung yang sehat, dalam arti tidak ada kebocoran katup, peredaran pembuluh darahnya lancar dan tidak merokok serta memiliki data-data riwayat penyakit (medical record) yang lengkap.
Meskipun sulit mencari donor untuk organ jantung, bukan berarti tidak ada harapan sama sekali bagi pasien gagal jantung. Karena kini sudah dikembangkan teknik pengobatan melalui sel punca (stem cell).
Stem cell jantung ini bisa berasal dari pasien itu sendiri (autologous), berasal dari orang lain (allogeneic) atau berasal dari makhluk hidup lain atau binatang (xenotransplantasi) yang ternyata diketahui mirip dengan organ dari hewan kelinci.
"Di Indonesia sendiri ketiga metode stem cell tersebut sudah pernah dilakukan, tapi memang belum dapat dipublikasikan atau diumumkan karena masih melihat perkembangan keberhasilannya. Biasanya dilihat sekitar 2-3 tahun dan hingga kini tidak ada masalah yang timbul," ungkap dokter yang mengambil spesialis jantung dan pembuluh darah di FKUI.
Dr Aulia menambahkan diharapkan nantinya metode stem cell ini dapat menggantikan semua operasi transplantasi yang ada, karena memang tidak mudah mencari donor untuk beberapa organ tubuh tertentu terutama jantung.
(ver/ir)
