Dikutip dari BBC, Minggu (18/4/2010) tim peneliti dari Brown University di Rhode Island yang menemukan alat tersebut menggambarkannya sebagai power steering untuk lengan. Pasien tinggal meletakkan lengan atas di alat yang diberi nama MIT-Manus tersebut, lalu melakukan gerakan tertentu. Robot akan mengenali gerakan, lalu memberi dorongan untuk membantu jika dibutuhkan.
The New England Journal of Medicine melaporkan, banyak pasien stroke merasakan peningkatan kualitas hidup setelah dibantu alat tersebut. Pengujian dilakukan terhadap 127 pasien, yang rata-rata telah mengalami stroke 5 tahun sebelumnya. Mereka dibagi dalam 3 kelompok dan diberi terapi yang berbeda-beda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengamatan dilakukan pada kemampuan untuk melakukan gerakan sehari-hari seperti memegang sendok-garpu, membuka botol, hingga menalikan sepatu. Hasilnya, fisioterapi dengan robot maupun didampingi fisioterapis sama-sama memberikan perbaikan fungsi gerak yang signifikan.
Para ahli stroke di Inggris mengakui temuan ini sangat menarik. Namun begitu belum bisa digunakan secara luas, karena masih dalam tahap awal pengembangan.
Fisioerapi secara intensif memang dibutuhkan oleh pasien setelah mengalami stroke, untuk memaksimalkan pemulihan fungsi gerak yang hilang. Terapi tersebut perlu pendampingan, sehingga kendala yang dihadapi adalah tenaga dan waktu yang dibutuhkan tidak sedikit. (up/ir)











































