Asal tahu saja, meski negara maju seperti Amerika sudah dinyatakan bebas cacar, vaksinnya masih diberikan pada tentara sebagai antisipasi penggunaan senjata biologis.
Bagaimana bisa pria yang baru divaksin menularkan infeksi ke pasangan perempuannya?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena obat yang diresepkan tidak manjur, wanita itu lalu berkonsultasi dengan dokter lain yang merujuknya ke dokter spesialis penyakit menular. Akhirnya diketahui bahwa radang di kemaluan itu terjadi karena infeksi vaccinia.
Vaccinia itu ternyata virus yang digunakan dalam vaksin cacar yang digunakan pacarnya. Vaccinia merupakan virus yang lebih lemah daripada smallpox (virus cacar).
Karena virus vaccinia ini diinjeksikan dalam keadaan hidup, maka sekecil apapun kemungkinan infeksi dan penularan melalui kontak seksual selalu ada.
Hal itu dibenarkan oleh Andrea McCollum dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC). Termasuk kasus terbaru yang terjadi di Washington ini, pihaknya telah mencatat 5 kasus serupa dalam 1 tahun terakhir.
"Vaccinia tidak seganas smallpox sehingga wanita itu tidak membutuhkan perawatan khusus. Ia hanya akan mengalami nyeri dan iritasi, tetapi nanti akan sembuh," ungkap McCollum.
McCollum juga mengimbau wanita itu untuk menjaga kebersihan, karena virus itu juga bisa menular melalui perkakas rumah tangga. Risiko penularannya lebih besar pada penderita gangguan sistem kekebalan, misalnya setelah transplantasi ginjal. (up/ir)










































