Penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan dari Louis Pradel Hospital di Prancis itu menunjukkan, orang-orang yang sering terlibat kontak dengan kambing lebih rentan mengalami pneumonic-type adenocarcinoma (P-ADC). Penyakit ini merupakan sejenis kanker paru yang cukup langka.
"Sebelumnya, ilmuwan sudah menemukan ada banyak kemiripan antara kanker paru P-ADC dengan infeksi virus yang mudah menular pada kambing," ungkap Nicolas Girard yang memimpin penelitian tersebut, seperti dikutip dari Indiavision, Senin (26/9/2011.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam penelitian tersebut, Girard melibatkan 44 pasien kanker paru P-ADC dan 132 partisipan sehat. Seluruh faktor risiko yang dimiliki para partisipan diamati, termasuk riwayat keluarga, kebiasaan merokok dan seberapa sering kontak dengan kambing.
Hasil pengamatan menunjukkan, adanya kontak dengan kambing berhubungan dengan risiko kanker paru khususnya P-ADC. Partisipan yang seluruh hidupnya selalu berhubungan dengan kambing punya risiko 5 kali lebih tinggi untuk kena P-ADC dibandingkan jenis kanker paru lainnya.
Berbeda dengan jenis kanker paru pada umumnya, kanker paru P-ADC jarang dikaitkan dengan asap rokok. Penyebab pastinya belum banyak diketahui, namun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa infeksi virus yang ditularkan oleh kambing bisa jadi salah satu penyebabnya.
(up/ir)










































