Orang Kurus Berisiko Tinggi Meninggal Setelah Pembedahan

Orang Kurus Berisiko Tinggi Meninggal Setelah Pembedahan

- detikHealth
Selasa, 22 Nov 2011 10:32 WIB
Orang Kurus Berisiko Tinggi Meninggal Setelah Pembedahan
Jakarta - Orang yang langsing lebih mungkin meninggal setelah operasi daripada orang yang kelebihan berat badan. Orang-orang dengan indeks massa tubuh (BMI) 23 atau kurang 40 persen lebih mungkin meninggal dalam waktu satu bulan setelah prosedur bedah dibandingkan dengan orang-orang yang memiliki BMI antara 26 hingga 29.

BMI merupakan indikator kegemukan tubuh. Indeks BMI di bawah 18,5 dianggap kekurangan berat badan, antara 18,5 hingga 24,9 adalah berat badan normal, antara 25 dan 29,9 masuk kategori kelebihan berat badan dan di atas 30 dianggap obesitas.

"Temuan menunjukkan bahwa BMI yang rendah harus dipertimbangkan sebagai faktor risiko yang penting terhadap kematian setelah operasi. Dokter harus mempertimbangkan faktor kekurusan pasien ketika merencanakan perawatan setelah operasi dan harus memberitahu pasien kurus tentang risikonya," kata Stukenborg seperti dilansir LiveScience, Selasa (22/11/2011).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam kajian terbaru yang dimuat dalam jurnal Archives of Surgery, George Stukenborg dari Sekolah Kedokteran University of Virginia dan rekannya menganalisis informasi lebih dari 189.500 orang pasien dari 183 pusat pembedahan antara tahun 2005 hingga 2006.

Para peneliti membagi pasien menjadi lima kelompok berdasarkan BMI-nya. Mereka menghitung risiko kematian setiap kelompok dibandingkan dengan risiko kematian pasien kelompok yang memiliki BMI antara 26,3 hingga 29,7.

Sekitar 3.200 orang pasien meninggal dalam waktu 30 hari setelah operasi, kebanyakan di antaranya memiliki BMI 23,1 kurang. Sebanyak 2,8 persen meninggal dalam waktu 30 hari, sedangkan pasien dengan BMI antara 26,3 dan 29.7 hanya 1,5 persen yang meninggal. Sedangkan di antara pasien yang kelebihan berat badan dan pasien yang gemuk atau sangat gemuk, para peneliti tidak menemukan perbedaan risiko kematian.

Beberapa kajian sebelumnya telah menemukan bahwa obesitas tidak meningkatkan risiko pasien meninggal setelah operasi. Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan bahwa kelebihan berat badan atau obesitas dalam taraf sedang justru melindungi pasien dari kematian setelah operasi.

"Sayangnya penelitian ini tidak dapat memberitahu kita mengapa orang kurus mengalami peningkatan risiko kematian setelah operasi. Salah satu teorinya adalah pasien ini mungkin lebih lemah," pungkas Stukenborg.



(ir/ir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads