Terbatasnya fasilitas laboratorium TBC berstandar WHO (World Health Organization) sedikit banyak akan menghambat upaya penurunan tingkat infeksi di Indonesia. Meski laboratorium biasa juga bisa melakukan pemeriksaan TBC, namun terkadang masih kalah akurat dari laboratorium berstandar internasional dan yang jelas makan waktu lebih lama.
"Kalau cuma periksa sputum (dahak) di mana-mana juga bisa, di puskesmas juga bisa. Tapi laboratorium biasa tidak bisa membuat kultur kuman, padahal itu hasilnya lebih akurat," kata dr Erlina Burhab, SpP(K), ahli paru dari RS Persahabatan dalam edukasi media di Laboratorium Mikrobiologi Klinis Universitas Indonesia, Senin (19/12/2011).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada juga pasien yang mendapat obat sesuai jenis dan kondisi kekebalan kumannya, namun pengobatannya tidak bisa dimulai tepat waktu karena menunggu hasil pemeriksaan yang terlalu lama. Padahal dengan berbagai teknologi terbaru, pemeriksaan TBC bisa dilakukan dengan lebih cepat dan akurat.
Saat ini, laboratorium TBC yang memiliki sertifikasi dari WHO hanya ada 5 di seluruh Indonesia yakni sebagai berikut.
1. RS Persahabatan
2. BBLK (Balai Besar Laboratorium Kesehatan) Surabaya
3. BBLK Bandung
4. Laboratorium Nehri Universitas Hassanudin Makassar
5. Laboratorium Mikrobiologi Klinis (LMK) Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI).
Ketua Departemen Mikrobiologi FKUI, dr Anis Karuniawati, PhD, SpMK(K) mengatakan bahwa pengendalian infeksi penyakit di Indonesia secara umum akan lebih mudah jika tiap provinsi memiliki paling tidak 1 laboratorium sekelas LMK-FKUI. Tapi karena sertifikasinya juga tidak mudah, maka yang terpenting adalah memaksimalkan dulu sumber daya yang ada saat ini.
"Banyak cara yang bisa dilakukan, salah satunya melalui edukasi kepada masyarakat. Misalnya kalau ada anggota keluarga yang mengidap TBC, bagaimana supaya tidak tertular? Hal-hal seperti itu kelihatannya sepele tetapi sangat penting untuk disosialisasikan," kata dr Anis yang juga menjadi pembicara dalam edukasi media tersebut.
(up/ir)










































