Sejumlah Pekerjaan Rumah (PR) menanti untuk dikerjakan kepala BPOM yang baru, salah satunya adalah meningkatkan daya saing produk obat dalam negeri.
Sebelumnya Lucky Oemar Said menjabat Deputi Bidang Pengawasan Produk Terapetik dan NAPZA.
Mantan Kepala BPOM Dra Kustantinah, MSc secara pribadi sangat optimistis Lucky bisa memimpin BPOM karena yang bersangkutan sangat berpengalaman selama kurang lebih 32 tahun di institusi tersebut. Kustantinah menilai kinerjanya selama ini cukup baik.
"Ada banyak program yang masih perlu dioptimalkan, termasuk meningkatkan daya saing obat produk dalam negeri. Produk obat misalnya, perlu ditingkatkan ketersediaannya, mutu dan keamanannya," pesan Kustantinah saat dihubungi detikHealth, Selasa (24/1/2012).
Khusus untuk jamu dan obat tradisional, Kustantinah mengatakan bahwa kemitraan dengan Kementerian Kesehatan dalam program saintifikasi jamu agar tetap dilanjutkan. Tidak cukup hanya dikembangkan, melainkan juga harus semakin disinergikan dengan pengobatan moderen.
Kustantinah juga berpesan kepada penggantinya tersebut agar misi BPOM untuk memberikan perlindungan kesehatan tetap dikawal. Dalam kaitannya dengan obat dan makanan, BPOM harus semakin memberikan jaminan keamanan serta mutu bagi masyarakat.
Menkes Lantik Pejabat Kementerian Kesehatan Baru
Menteri Kesehatan pada Selasa pagi (24/1/2012) ini baru saja melantik 3 Pejabat Eselon I di Kementerian Kesehatan termasuk di dalamnya Kepala BPOM baru Lucky Oemar Said.
Menkes dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr.PH melantik dan mengambil sumpah Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Dra. Lucky Oemar Said, M.Sc menggantikan Dra. Kustantinah, M.App. Sc, yang telah memasuki masa pensiun. Sebelumnya, Dra. Lucky Oemar Said, M.Sc menjabat sebagai Deputi Bidang Pengawasan Produk Terapetik, Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif BPOM.
Sementara di Lingkungan Kementerian Kesehatan RI, Menkes melantik dan mengambil sumpah Dra. Maura Linda Sitanggang, Ph.D sebagai Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan, menggantikan Dra. Sri Indrawaty, Apt, M.Kes. Sebelumnya, Dra. Maura Linda Sitanggang, Ph.D menjabat sebagai Direktur Penilaian Obat Tradisional, Kosmetika, dan Produk Komplementer BPOM.
Selain itu, Menkes juga melantik dr. Bambang Sardjono, MPH yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Upaya Kesehatan Dasar, sebagai Staf Ahli Bidang Peningkatan Kapasitas dan Kelembagaan dan Desentralisasi, menggantikan dr. Khrisnajaya, MS.
"Sesuai dengan amanat Presiden pada Rapat Kerja Pemerintah 2012 tanggal 19 Januari 2012, hendaknya kita melanjutkan program dan upaya dengan bai, memperbaiki yang belum baik, bekerja dengan lebih gigih, mengerahkan semua potensi, menyatukan arah, berfikir lebih cerdas, bekerja lebih keras, menangani debottlenecking, dan melakukan percepatan pembangunan," ujar Menteri Kesehatan dr Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr.PH saat acara Pelantikan Pejabat Eselon I Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan, di Gedung Kemenkes, Selasa (24/1/2012).
Menkes meminta kepala semua pejabat yang baru saja dilantik untuk dapat menjalankan tugasnya secara komprehensif. Kepada Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan yang baru untuk melakukan pengawasan obat dan makanan secara komprehensif, seperti pre market dan post market, termasuk pengawasan makanan palsu.
Menkes tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada para pejabat yang memasuki purna bakti, atas pengabdian yang telah diberikan, dan ucapan selamat kepada para pejabat yang baru dilantik.











































