Tekanan darah dibilang normal jika nilainya 120/80 dan dikatakan tekanan darah tinggi jika nilainya lebih dari 140/90. Jika tekanannya diantara 120-140 untuk sistolik dan 80-90 untuk diastoliknya, maka disebut dengan prehipertensi. Orang yang prehipertensi ini harus hati-hati dan menjaga pola hidupnya agar tidak menimbulkan komplikasi.
Hipertensi biasanya diam-diam atau tidak memiliki gejala yang muncul, kadang setelah 5-10 tahun baru terasa atau sudah ada komplikasinya. Berikut ini beberapa fakta seputar hipertensi yang diungkapkan oleh ahli jantung Dr Adriaan Synders, seperti dikutip dari Health24, Kamis (17/5/2012) yaitu:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
2. Jika pusing yang dialami cukup mengganggu kualitas hidup, sebaiknya lakukan pengukuran tekanan darah 10-20 menit setelah melakukan kegiatan atau olahraga yang biasa dilakukan setiap minggunya, hal ini karena pusing bisa jadi merupakan tanda dari tekanan darah tinggi.
3. Hipertensi seringkali tidak bergejala sehingga tidak disadari, untuk itu diperlukan pemeriksaan yang teratur. Hipertensi yang tidak terkontrol bisa menimbulkan berbagai komplikasi seperti stroke atau jantung.
4. Perempuan dengan hipertensi yang merokok memiliki risiko lebih tinggi terkena stroke otak, khususnya jika perempuan tersebut pernah menjalani pengobatan terapi hormon. Karena itu dengan berhenti merokok bisa membantu mengurangi risiko hipertensi dan komplikasinya.
5. Hipertensi yang tidak terkontrol bisa memberikan kontribusi terhadap kondisi pengerasan arteri atau atheroskelrosis, serta bisa mengubah hasil pembacaan dari pemeriksaan jantung EKG (Elektrokardiografi).
6. Hipertensi bukan penyakit orang tua, karena tekanan darah tinggi bisa dialami oleh siapa saja bahkan pada orang yang muda sekalipun. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh pola hidup yang tidak sehat dan jarang berolahraga.











































