Gawat! Terapi Buat Pasien Kanker Dipakai Untuk Terapi Kecantikan

Gawat! Terapi Buat Pasien Kanker Dipakai Untuk Terapi Kecantikan

Putro Agus Harnowo - detikHealth
Jumat, 12 Okt 2012 10:04 WIB
Gawat! Terapi Buat Pasien Kanker Dipakai Untuk Terapi Kecantikan
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Ada-ada saja cara yang dilakukan orang agar selalu tampil awet muda, sampai-sampai berbagai upaya pun dicoba. Tapi malang, risikonya tak sebanding dengan manfaatnya. Contohnya seorang wanita di Hongkong yang meregang nyawa karena menggunakan terapi kanker untuk mengusir kerut wajahnya.

Wanita berusia 46 tahun bernama Nyonya Chan ini adalah 1 dari 4 wanita yang mengalami septic shock atau infeksi darah yang parah. Ia mengalami kondisi ini setelah menjalani terapi DC-CIK, yaitu terapi yang dilakukan dengan cara mengeluarkan darah dari tubuh, kemudian dimasukkan kembali setelah darah mendapat perawatan khusus.

CIK (cytokine-induced killer cells) sebenarnya digunakan oleh pasien kanker untuk membantu meningkatkan ketahanan hidupnya setelah setelah kemoterapi, radiasi atau operasi. Belum diketahui apakah Ny Chan memiliki kanker.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di antara 3 orang lainnya yang mengalami infeksi darah, 2 orang berada dalam kondisi kritis. Sedangkan salah seorang yang kondisinya stabil ternyata memang menderita kanker. Keempat pasien ini menjalani terapi CIK untuk menghilangkan keriput di wajahnya.

Kesemua wanita ini menjalani terapi CIK di Causeway Bay Center yang dikelola DR Medical Beauty Group. Untuk mendapatkan terapi ini, biaya yang harus dibayar adalah HK$ 50.000 atau sekitar Rp 62 juta. Beberapa jam setelah menjalani prosedur, Ny Chan dan ketiga wanita lain tersebut dilarikan ke rumah sakit karena demam dan diare.

Petugas kesehatan menjelaskan bahwa darah keempat wanita tersebut terinfeksi bakteri Mycobacterium abscessus. Bakteri ini dapat ditemukan di debu atau kotoran dan sebenarnya tidak berbahaya. Tapi ketika menginfeksi orang yang terluka, infeksinya bisa menyerang beberapa organ tubuh.

Akibat kasus ini, DR Group diperintahkan untuk menghentikan pemberian prosedur CIK. Di antara 41 orang wanita yang terdaftar pernah menjalani terapi ini, sebanyak 35 di antaranya telah dihubungi.

Tak hanya menawarkan terapi CIK, klinik ini juga menawarkan terapi mengekstrak stem cell dari jaringan lemak dan disuntikkan ke pembuluh darah. Metode ini diklaim dapat meningkatkan vitalitas.

"Seorang pria 70-tahun yang biasa berenang 50 meter per hari, setelah menjalani terapi infus stem cell, dia sekarang bisa berenang 100 meter per hari," kata Stephen Chow Heung-wing, pendiri DR Group ini dalam video iklannya seperti dilansir Medical Daily, Jumat (12/10/2012).

Penggunaan terapi medis untuk kosmetik di Hongkong ini nampaknya makin perlu diwaspadai. Organisasi bernama Beauty and Fitness Professionals Union telah meminta pemerintah setempat untuk mengatur industri ini sejak tahun 2004 lalu, tapi nyatanya pemerintah Hongkong enggan bertindak. Bagaimana dengan Indonesia?

(pah/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads