Atlet-atlet Top yang Berjuang Melawan Penyakit

Atlet-atlet Top yang Berjuang Melawan Penyakit

Linda Mayasari - detikHealth
Rabu, 30 Jan 2013 13:42 WIB
Atlet-atlet Top yang Berjuang Melawan Penyakit
Foto: Healthline
Jakarta - Seorang atlet dikenal sebagai sosok yang berbadan bugar dan sehat karena rajin berolahraga dan pola makan yang terjaga. Tetapi hal tersebut ternyata tidak menutup kemungkinan para atlet untuk bebas dari penyakit.

Bahkan beberapa atlet terkenal mengalami penyakit langka yang tidak dapat disembuhkan. Berikut adalah atlet-atlet terkenal yang tercatat berjuang melawan penyakitnya, seperti dilansir Healthline, Rabu (30/1/2013):

1. Lou Gehrig & Penyakit ALS

Foto: Healthline
Lou Gehrig adalah atlet baseball ternama yang tergabung dalam tim New York Yankees. Seperti kebanyakan atlet baseball, Gehrig memiliki badan yang kuat dan sehat. Tetapi sayangnya Gehrig meninggal di usia 37 tahun akibat penyakit Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS).

ALS adalah penyakit langka yang sampai sekarang belum dapat disembuhkan. Penyebabnya hingga kini belum jelas, tetapi kemungkinan karena genetis atau keturunan. ALS mempengaruhi motor neuron yang menyebabkan penderitanya kesulitan menelan, berbicara atau bernapas.

2. Muhammad Ali & Penyakit Parkinson

Foto: Healthline
Pada 1984, Muhammad Ali yang merupakan petinju top itu didiagnosis dengan penyakit Parkinson, suatu kondisi degeneratif yang mempengaruhi sistem saraf pusat.

Meski harus berjuang melawan rasa sakitnya, Muhammad Ali masih tetap aktif hingga dirinya didaulat untuk menyalakan obor di Olimpiade 1996 dan menghadiri pelantikan Presiden Barack Obama. Dirinya juga aktif sebagai seorang aktivis untuk penelitian Parkinson dan mendirikan Muhammad Ali Parkinson Center pada tahun 1997.

3. Wilma Rudolph & Polio

Foto: Healthline
Wilma Rudolph dijuluki sebagai wanita tercepat di dunia setelah memenangkan 3 medali emas, termasuk dalam Olimpiade tahun 1960. Sebagai seorang atlet lari, kaki adalah bagian tubuh yang terpenting bagi Rudolph, hingga akhirnya ia mengalami kelumpuhan karena virus polio.

Polio telah merenggut harapan Rudolph untuk kembali berlaga di lintasan lari. Setelah menjalani pengobatan dan terapi yang intens, Rudolph sembuh dari kelumpuhan, namun kaki kirinya sedikit cacat hingga memerlukan alat penyangga khusus untuk berjalan.

4. Kareem Abdul Jabbar & Leukemia

Foto: Healthline
Pada November 2009, Kareem Abdul Jabbar, pemain basket profesional Amerika mengumumkan dirinya didiagnosis leukemia myeloid kronis. Penyakit itu ditandai dengan pertumbuhan abnormal sel-sel darah putih yang terakumulasi dalam sumsum tulang dan mengganggu produksi sel darah normal.

Abdul Jabbar bertahan dengan penyakitnya dan tetap bermain untuk tim basketnya 'Laker' , setahun setelah diagnosa. Akhirnya dia memutuskan berhenti menjadi atlet basket dan menjadi aktivis leukemia.

5. Martina Navratilova & Kanker Payudara

Foto: Healthline
Pada April 2010, petenis profesional Martina Navratilova menyatakan dirinya didiagnosis kanker payudara. Atlet yang telah memenangkan 9 kali turnamen Wimbledon tersebut mengembangkan karsinoma duktal in situ, bentuk non-invasif dari penyakit kanker payudara.

Navratilova kemudian menjalani operasi pembedahan tumor dan harus melalui 6 minggu masa kemoterapi.

6. Hank Gathers & Cardiomyopathy Hypertrophic

Hank Gathers adalah pebasket ternama di Loyola Marymount University. Pada Desember 1989, Gathers pingsan saat pertandingan dan dilarikan ke RS. Gathers mengalami Cardiomyopathy Hypertrophic, kondisi di mana otot-otot jantung menebal dan detak jantung tidak teratur.

Sebenarnya Gathers telah mengetahui kondisinya itu dan rutin mengonsumsi obat resep. Tetapi dia tidak mengambil obat di hari pertandingan karena khawatir mempengaruhi permainannya. 4 Maret 1990, Gathers kembali pingsan saat pertandingan dan meninggal beberapa menit kemudian.

7. Arthur Ashe & AIDS

Arthur Ashe adalah pemain kulit hitam pertama yang memenangi turnamen AS Open dan Wimbledon. Karirnya berakhir ketika Ashe didiagnosis dengan penyakit jantung pada 1980.

Tahun berikutnya, Ashe didaulat menjadi ketua American Heart Association. Pada tahun 1992, Ashe mengumumkan bahwa dirinya memiliki AIDS dan menggunakan ketenarannya untuk berkampanye memerangi penyakit tersebut. Ashe kemudian meninggal pada tahun 1993 akibat AIDS yang terkait pneumonia.

8. Tim Howard & Sindrom Tourette

Foto: Healthline
Tim Howard adalah kiper tim nasional sepak bola Amerika Serikat. Ia semakin populer setelah menjadi penjaga gawang klub raksasa Inggris 'Manchester United' pada 2003 hingga 2006.

Howard tetap aktif berlaga di lapangan hijau meski harus memerangi sindrom Tourette, gangguan neurologis yang ditandai dengan gerakan tak terkendali yang dapat berakibat fatal bagi seorang penjaga gawang. Howard telah belajar mengelola kondisi tersebut dan kini aktif sebagai aktivis Sindrom Tourette.

9. Venus Williams & Sindrom Sjogren

Foto: Healthline
Bintang tenis Venus Williams, mengumumkan dirinya mengundurkan diri dari kompetisi tenis AS Open 2011. Alasannya, Venus didiagnosis Sindrom Sjogren. Penyakit tersebut adalah gangguan autoimun yang ditandai degenerasi kelenjar mukus, khususnya saluran air mata dan kelenjar air liur dalam mulut.

Venus memutuskan mengubah diet dengan menghindari makanan berdaging. Ia akhirnya dapat kembali ke lapangan pada Februari 2012 dan berduet dengan saudara kandungya, Serena Williams.
Halaman 2 dari 10
Lou Gehrig adalah atlet baseball ternama yang tergabung dalam tim New York Yankees. Seperti kebanyakan atlet baseball, Gehrig memiliki badan yang kuat dan sehat. Tetapi sayangnya Gehrig meninggal di usia 37 tahun akibat penyakit Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS).

ALS adalah penyakit langka yang sampai sekarang belum dapat disembuhkan. Penyebabnya hingga kini belum jelas, tetapi kemungkinan karena genetis atau keturunan. ALS mempengaruhi motor neuron yang menyebabkan penderitanya kesulitan menelan, berbicara atau bernapas.

Pada 1984, Muhammad Ali yang merupakan petinju top itu didiagnosis dengan penyakit Parkinson, suatu kondisi degeneratif yang mempengaruhi sistem saraf pusat.

Meski harus berjuang melawan rasa sakitnya, Muhammad Ali masih tetap aktif hingga dirinya didaulat untuk menyalakan obor di Olimpiade 1996 dan menghadiri pelantikan Presiden Barack Obama. Dirinya juga aktif sebagai seorang aktivis untuk penelitian Parkinson dan mendirikan Muhammad Ali Parkinson Center pada tahun 1997.

Wilma Rudolph dijuluki sebagai wanita tercepat di dunia setelah memenangkan 3 medali emas, termasuk dalam Olimpiade tahun 1960. Sebagai seorang atlet lari, kaki adalah bagian tubuh yang terpenting bagi Rudolph, hingga akhirnya ia mengalami kelumpuhan karena virus polio.

Polio telah merenggut harapan Rudolph untuk kembali berlaga di lintasan lari. Setelah menjalani pengobatan dan terapi yang intens, Rudolph sembuh dari kelumpuhan, namun kaki kirinya sedikit cacat hingga memerlukan alat penyangga khusus untuk berjalan.

Pada November 2009, Kareem Abdul Jabbar, pemain basket profesional Amerika mengumumkan dirinya didiagnosis leukemia myeloid kronis. Penyakit itu ditandai dengan pertumbuhan abnormal sel-sel darah putih yang terakumulasi dalam sumsum tulang dan mengganggu produksi sel darah normal.

Abdul Jabbar bertahan dengan penyakitnya dan tetap bermain untuk tim basketnya 'Laker' , setahun setelah diagnosa. Akhirnya dia memutuskan berhenti menjadi atlet basket dan menjadi aktivis leukemia.

Pada April 2010, petenis profesional Martina Navratilova menyatakan dirinya didiagnosis kanker payudara. Atlet yang telah memenangkan 9 kali turnamen Wimbledon tersebut mengembangkan karsinoma duktal in situ, bentuk non-invasif dari penyakit kanker payudara.

Navratilova kemudian menjalani operasi pembedahan tumor dan harus melalui 6 minggu masa kemoterapi.

Hank Gathers adalah pebasket ternama di Loyola Marymount University. Pada Desember 1989, Gathers pingsan saat pertandingan dan dilarikan ke RS. Gathers mengalami Cardiomyopathy Hypertrophic, kondisi di mana otot-otot jantung menebal dan detak jantung tidak teratur.

Sebenarnya Gathers telah mengetahui kondisinya itu dan rutin mengonsumsi obat resep. Tetapi dia tidak mengambil obat di hari pertandingan karena khawatir mempengaruhi permainannya. 4 Maret 1990, Gathers kembali pingsan saat pertandingan dan meninggal beberapa menit kemudian.

Arthur Ashe adalah pemain kulit hitam pertama yang memenangi turnamen AS Open dan Wimbledon. Karirnya berakhir ketika Ashe didiagnosis dengan penyakit jantung pada 1980.

Tahun berikutnya, Ashe didaulat menjadi ketua American Heart Association. Pada tahun 1992, Ashe mengumumkan bahwa dirinya memiliki AIDS dan menggunakan ketenarannya untuk berkampanye memerangi penyakit tersebut. Ashe kemudian meninggal pada tahun 1993 akibat AIDS yang terkait pneumonia.

Tim Howard adalah kiper tim nasional sepak bola Amerika Serikat. Ia semakin populer setelah menjadi penjaga gawang klub raksasa Inggris 'Manchester United' pada 2003 hingga 2006.

Howard tetap aktif berlaga di lapangan hijau meski harus memerangi sindrom Tourette, gangguan neurologis yang ditandai dengan gerakan tak terkendali yang dapat berakibat fatal bagi seorang penjaga gawang. Howard telah belajar mengelola kondisi tersebut dan kini aktif sebagai aktivis Sindrom Tourette.

Bintang tenis Venus Williams, mengumumkan dirinya mengundurkan diri dari kompetisi tenis AS Open 2011. Alasannya, Venus didiagnosis Sindrom Sjogren. Penyakit tersebut adalah gangguan autoimun yang ditandai degenerasi kelenjar mukus, khususnya saluran air mata dan kelenjar air liur dalam mulut.

Venus memutuskan mengubah diet dengan menghindari makanan berdaging. Ia akhirnya dapat kembali ke lapangan pada Februari 2012 dan berduet dengan saudara kandungya, Serena Williams.

(/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads