Selasa, 19 Feb 2013 18:28 WIB

Orang Tua yang Pilih Kasih Pengaruhi Kesehatan Mental Seluruh Keluarga

- detikHealth
Foto: Ilustrasi/Thinkstock Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Jangan membeda-bedakan kasih sayang untuk anak-anak Anda. Dampak buruk psikologis tidak hanya mempengaruhi anak yang kurang diistimewakan saja dibanding anak yang lebih dimanja, tetapi berpengaruh terhadap kesehatan mental seluruh anggota keluarga.

Para peneliti dari University of Toronto, McMaster University, dan University of Rochester melakukan sebuah penelitian yang mempelajari efek dari sikap orangtua yang pilih kasih diantara anak-anaknya dengan kesehatan mental seluruh keluarga. Hasil penelitian ini diterbitkan dalam jurnal Child Development.

"Hal ini sungguh mengejutkan, dimana semua orang hanya menduga bahwa efek pilih kasih dalam keluarga hanya dirasakan oleh anak yang kurang beruntung saja," kata Jenny Jenkins, penulis studi.

Para peneliti melakukan studi terhadap 400 keluarga di Kanada, yang masing-masing memiliki 2 hingga 4 orang anak yang berusia rata-rata 2 sampai 5 tahun. Penelitian sebelumnya dilakukan dengan mengkaji perbedaan cara asuh anak yang difokuskan pada keluarga dengan 2 anak saja.

Peneliti menemukan bahwa anak-anak yang kurang mendapatkan kasih sayang atau mendapatkan perlakukan yang sedikit berbeda dari saudara kandungnya, lebih mungkin mengalami masalah kesehatan mental dari waktu ke waktu daripada saudaranya yang mendapat perlakuan yang lebih baik.

Tetapi peneliti juga menemukan bahwa efek buruk terhadap kesehatan mental tersebut juga dirasakan oleh saudara-saudara kandung yang lain dalam keluarga. Keluarga yang pilih kasih terhadap anak-anaknya cenderung memiliki anak-anak yang mudah mengalami masalah kesehatan mental dibanding keluarga lain yang lebih adil dalam membagi kasih sayang.

Masalah kesehatan mental terutama meliputi masalah perhatian dan masalah dengan hubungan sosial. Peneliti juga menganalisis faktor risiko apa saja yang menjadi alasan orang tua pilih kasih terhadap anak-anaknya, antara lain seperti orang tua tunggal, pendapatan rendah, dan riwayat penyalahgunaan obat-obatan atau alkohol.

Pengasuhan anak yang optimal mungkin sulit untuk diwujudkan jika keluarga dihadapkan dengan berbagai faktor risiko, seperti kemiskinan, penyakit mental, dan sejarah pengalaman masa kecil yang kurang menyenangkan.

"Orang tua harus tahu cara terbaik untuk mencegah agar Anda tidak membandingkan antara anak yang satu dengan anak yang lain. Hal ini dapat memicu perasaan berat sebelah kepada anak yang lebih berprestasi atau lebih patuh dibanding saudaranya yang lain," kata Jenkins, seperti ditulis Naturalnews, Selasa (19/2/2013).



(vit/vit)