Sebuah penelitian yang dilakukan situs Notatwork.co.uk dan situs kencan IllicitEncounters.com menemukan bahwa karyawan yang paling banyak menghabiskan waktunya untuk bekerja ternyata juga paling tinggi kecenderungannya untuk selingkuh jika dibandingkan rata-rata kebanyakan orang.
"Diperkirakan ada sekitar 7 juta orang yang sering bekerja lembur tanpa dibayar lebih dan berisiko jatuh ke pelukan teman kerja yang juga sering bekerja lembur. Bekerja lebih lama tanpa bayaran atau manfaat tambahan dapat mendorong orang membuat keputusan yang buruk," kata juru bicara IllicitEncounters.com, Mike Taylor seperti dilansir Daily Mail, Senin (25/2/2013).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lebih dari 54 persen karyawan mengakui bahwa pada beberapa titik dalam karirnya, mereka terlibat dalam perselingkuhan yang berkaitan dengan pekerjaan. Penelitian ini menunjukkan bahwa ada kemungkinan kecenderungannya meningkat secara eksponensial ketika jam kerjanya juga meningkat," terang Taylor.
Dari hasil penelitian ditemukan bahwa karyawan perusahaan pembuat video game adalah yang paling tinggi jam kerjanya, yaitu rata-rata 72 jam dalam seminggu. Posisi kedua ditempati oleh petugas medis yang bekerja rata-rata 68 jam dalam seminggu, lalu selanjutnya profesional keuangan dengan rata-rata 63 jam dalam seminggu.
Penelitian ini mengklaim bahwa tiap kali karyawan bekerja melebihi waktu yang disepakati dalam kontrak, maka kesempatannya terlibat skandal dengan rekan kerja juga semakin meningkat. Karyawan berusaha mengatasi malam-malam kesepiannya di kantor dengan mengencani teman kerjanya yang sama-sama kesepian.
(pah/)











































