Canggih, Baca Hasil Lab pun Bisa Lewat BlackBerry

Canggih, Baca Hasil Lab pun Bisa Lewat BlackBerry

Erninta Afryani Sinulingga - detikHealth
Jumat, 28 Jun 2013 16:27 WIB
Canggih, Baca Hasil Lab pun Bisa Lewat BlackBerry
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Untuk menentukan penyakit yang diderita pasien, agar lebih akurat para dokter menggunakan darah, dahak, atau feses pasien yang akan diteliti di laboratorium. Sayangnya untuk mendapatkan hasil laboratorium membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Namun saat ini telah ditemukan teknologi laboratorium yang lebih efisien dengan cara mempersingkat proses pengelolaannya. "Sampel dari unit pelayanan dikirim dengan menggunakan teknologi Pneumatic Tube System (PTS) sehingga mengurangi tingkat kesalahan data seperti tertukar atau salah diagnosa," ujar Ahdia Amini perwakilan dari PT Indofarma Global Medika.

Hal ini diungkapkannya dalam acara Menuju Rumah Sakit JCI Dengan Dukungan Layanan Laboratorium Klinik Terpadu. Acara ini digelar pada Jumat, (28/6/2013) di Intercontinental Mid Plaza Hotel, Jl Sudirman, Jakarta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, dia juga mengatakan keunggulan dari laboratorium terpadu ini adalah data dapat dihasilkan dalam bentuk digital. "Data akam keluar otomatis dalam bentuk digital dan tidak memerlukan waktu yang lama. Selain itu karena hasilnya dalam bentuk digital, data bisa langsung dibaca dokter melalui smartphone seperti BlackBerry," terangnya.

Dr dr Ina S.Timan, Sp.PK pun turut menambahkan bahwa dengan automasi mesin ini data dapat dihasilkan kurang dari 2 jam. "Ada tes-tes khusus itu dibatasi sebelum 2 jam harus sudah keluar. Jadi, begitu dokter lab bilang boleh keluar hasilnya, 1 detik kemudian sudah bisa dibaca di ruangan," kata dr Ina.

Dr Ina mengungkapkan walaupun penyakitnya sama-sama anemia, tapi tidak bisa langsung disamakan obatnya. "Bisa saja yang satu penyebabnya kurang vitamin b, yang lain mungkin kurang darah jadi tidak asal diagnosa," tegasnya.

Laboratorium yang bekerja dengan sistem terpadu ini, menurut dr Ina, dikelola oleh sekitar 60 tenaga IT dan dapat menghasilkan data untuk maksimal 3.500 pasien per hari. Nah, laboratorium ini telah beroperasi di beberapa rumah sakit di Indonesia.

Beberapa di antaranya adalah RSUP Nasional dr Cipto Mangunkusumo Jakarta, RSUP H. Adam Malik Medan, RSUP dr Saiful Anwar Malang, RSUD dr Soetomo Surabaya, RSUP dr Hasan Sadikin Bandung, RSUP dr M. Hoesin Palembang, serta RSUD R. Syamsudin Sukabumi.

(vit/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads