Secara umum, puasa bisa memicu penurunan berat badan dan kadang-kadang kondisi ini kurang menguntungkan bagi yang sedang mengalami masalah dengan organ hatinya. Namun demikian, sampai batas tertentu pengidap penyakit hati masih boleh berpuasa.
"Puasa pada penyakit hati yang lanjut ternyata memang bisa menimbulkan penurunan berat badan. Namun tidak ada pengaruh buruk pada yang fungsi hatinya masih baik," kata Ketua Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI), dr Rino Alvani Gani, SpPD di Kementerian Kesehatan, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (12/7/2013).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau diturunkan berat badannya, apalagi kalau sampai berat badan ideal, pasti sangat membantu," tambah dr Rino.
Hanya saja, dr Rino memberi catatan bahwa dalam kondisi tertentu puasa juga bisa memperburuk kelainan pada hati. Apabila kondisi jaringan hati sudah menguning, ada cairan di dalam perut dan kaki sudah membengkak maka pasien penyakit hati tidak dianjurkan untuk puasa.
"Bagi yang kondisi fisiknya masih baik, puasa tidak berpengaruh terhadap kondisi fisik, Tapi kalau sudah demikian tentu tidak dianjurkan karena justru bisa memperburuk," lanjut dr Rino.
Dikatakan oleh dr Rino, penyakit hati merupakan salah satu masalah kesehatan yang penting untuk diperhatikan. Penyakit ini menempati peringkat kedua penyebab kematian paling banyak untuk kelompok penyakit infeksi. Bukan itu saja, penyakit hati juga menimbulkan masalah sosial ekonomi.
(up/vit)











































