1. Bekerja di Situasi Terburuk
ilustrasi (Foto: Getty Images)
|
Ketika menghadapi masalah, kebanyakan orang berpikir bagaimana cara mendapat hasil yang terbaik. Biasanya orang akan memilih waktu dan siapa saja orang yang cocok bekerja dengannya. Tapi hal ini tak membuat otak terpantik bekerja keras.
Penelitian menemukan bahwa orang yang suka bangun pagi lebih baik dalam memecahkan masalah ketika dibawa ke laboratorium di malam hari. Sedangkan orang yang susah bangun pagi akan mendapat hasil lebih baik saat malam hari. Kelompok yang diisi orang yang merasa nyaman satu sama lain justru tidak berhasil memecahkan masalah sama sekali.
2. Mencoret-coret Kertas
ilustrasi (Foto: Getty Images)
|
Ketika merasa buntu ide, ada orang yang mengambil secarik kertas lalu mencorat-coretnya atau menggambar wajah sederhana. Walau nampak seperti bosan, ternyata menurut ilmuwan di Tufts University dan Stanford University, tindakan ini sebenarnya memantik otak.
Teorinya, otak menyukai gerakan yang terus menerus daripada gerakan yang tiba-tiba, cepat bergeser, penuh sudut tajam. Hal ini membuat otak dapat bekerja lebih efisien. Entah efeknya akan membuat pikiran lebih santai atau mengencerkan otak, nampaknya cara ini dapat membuka kreativitas.
3. Angkat Alis Mata
ilustrasi (Foto: ThinkStock)
|
Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan Creativity Research Journal, tindakan sederhana mengangkat alis mata dapat mendorong adrenalin untuk berpikir lebih kreatif. Cara ini lebih efektif meningkatkan kreatifitas ketimbang mengernyitkan alis atau dahi.
Peneliti menyimpulkan, orang yang mengangkat alisnya menerima sejumlah besar perhatian yang lantas bisa diterjemahkan ke dalam sejumlah konsep. Sedangkan orang yang menyipitkan mata justru berkurang rentang perhatian dan persepsinya.
4. Melihat Logo Apple
ilustrasi (Foto: Getty Images)
|
Sebenarnya tidak ada yang aneh dari logo perusahaan pembuat Macintosh dan iPhone ini. Tapi selama sekitar 30 tahun berturut-turut, Apple telah memasarkan produknya sebagai gadget bagi mereka yang berani berpikir beda. Logo perusahaan ini identik dengan hal-hal yang berbau kreatif.
Menurut sebuah laporan penelitian yang dimuat Journal of Consumer Research, salah satu cara menjaga ketajaman pola pikir adalah dengan melihat logo Apple. Peneliti menemukan bahwa ketika orang merasa cocok melihat logo tertentu, hal ini akan membuat mereka masuk dalam kerangka pikiran tertentu.
5. Membuat Gerakan dengan Kedua Tangan
ilustrasi (Foto: Getty Images)
|
Ilmuwan menemukan bahwa daya ingat dapat ditingkatkan dengan membuat hubungan antara gerakan tangan dengan hal yang ingin dihapal. Pembicara publik juga sering menggunakan gerakan tangan untuk membujuk pendengar agar mau setuju dengan perkataannya.
Sebuah penelitian yang diterbitkan jurnal Psychological Science tahun 2011 menemukan bahwa membuat gerakan fisik dengan kedua tangan dapat membantu meningkatkan pemikiran kreatif. Mereka yang membuat gerakan dengan dua tangan ternyata paling inovatif ketimbang dengan satu tangan.
Ketika menghadapi masalah, kebanyakan orang berpikir bagaimana cara mendapat hasil yang terbaik. Biasanya orang akan memilih waktu dan siapa saja orang yang cocok bekerja dengannya. Tapi hal ini tak membuat otak terpantik bekerja keras.
Penelitian menemukan bahwa orang yang suka bangun pagi lebih baik dalam memecahkan masalah ketika dibawa ke laboratorium di malam hari. Sedangkan orang yang susah bangun pagi akan mendapat hasil lebih baik saat malam hari. Kelompok yang diisi orang yang merasa nyaman satu sama lain justru tidak berhasil memecahkan masalah sama sekali.
Ketika merasa buntu ide, ada orang yang mengambil secarik kertas lalu mencorat-coretnya atau menggambar wajah sederhana. Walau nampak seperti bosan, ternyata menurut ilmuwan di Tufts University dan Stanford University, tindakan ini sebenarnya memantik otak.
Teorinya, otak menyukai gerakan yang terus menerus daripada gerakan yang tiba-tiba, cepat bergeser, penuh sudut tajam. Hal ini membuat otak dapat bekerja lebih efisien. Entah efeknya akan membuat pikiran lebih santai atau mengencerkan otak, nampaknya cara ini dapat membuka kreativitas.
Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan Creativity Research Journal, tindakan sederhana mengangkat alis mata dapat mendorong adrenalin untuk berpikir lebih kreatif. Cara ini lebih efektif meningkatkan kreatifitas ketimbang mengernyitkan alis atau dahi.
Peneliti menyimpulkan, orang yang mengangkat alisnya menerima sejumlah besar perhatian yang lantas bisa diterjemahkan ke dalam sejumlah konsep. Sedangkan orang yang menyipitkan mata justru berkurang rentang perhatian dan persepsinya.
Sebenarnya tidak ada yang aneh dari logo perusahaan pembuat Macintosh dan iPhone ini. Tapi selama sekitar 30 tahun berturut-turut, Apple telah memasarkan produknya sebagai gadget bagi mereka yang berani berpikir beda. Logo perusahaan ini identik dengan hal-hal yang berbau kreatif.
Menurut sebuah laporan penelitian yang dimuat Journal of Consumer Research, salah satu cara menjaga ketajaman pola pikir adalah dengan melihat logo Apple. Peneliti menemukan bahwa ketika orang merasa cocok melihat logo tertentu, hal ini akan membuat mereka masuk dalam kerangka pikiran tertentu.
Ilmuwan menemukan bahwa daya ingat dapat ditingkatkan dengan membuat hubungan antara gerakan tangan dengan hal yang ingin dihapal. Pembicara publik juga sering menggunakan gerakan tangan untuk membujuk pendengar agar mau setuju dengan perkataannya.
Sebuah penelitian yang diterbitkan jurnal Psychological Science tahun 2011 menemukan bahwa membuat gerakan fisik dengan kedua tangan dapat membantu meningkatkan pemikiran kreatif. Mereka yang membuat gerakan dengan dua tangan ternyata paling inovatif ketimbang dengan satu tangan.
(pah/vit)