Rabu, 17 Jul 2013 19:59 WIB

Mulut Segar Tanpa Bau Naga

Begini Cara Memakai Siwak yang Benar Agar Napas Segar

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
(Foto: kerkinnood)
Jakarta - Selain dengan sikat gigi, cara lain untuk membersihkan gigi yang sering dilakukan kebanyakan orang yaitu dengan menggunakan siwak. Penggunaan siwak pun layaknya sikat gigi. Namun, masih banyak orang yang melakukan kesalahan saat bersiwak.

"Kesalahan banyak orang yang enggak ngerti, waktu mau salat gigi digosok pakai siwak, terus dimasukin kantong, lama-lama kotorannya numpuk lagi, kotoran dari kantong juga numpuk," jelas Prof Heriandi Sutadi, drg, SpKgA (K), PhD saat dihubungi detikHealth, Rabu (17/7/2013).

Menurutnya, siwak itu seperti sikat gigi sehingga dalam penggunaannya pun dipakai sebagai pengganti sikat gigi. Siwak mengandung zat fenol yang bisa membunuh bakteri. Jika ditumbuk akan terlihat serat-serat di dalam siwak maka dari itu siwak baik untuk sikat gigi.

"Siwak dianjurkan untuk membersihkan gigi sejak zaman Nabi Muhammad. Setiap mau shalat dianjurkan bersiwak yang sama seperti menyikat gigi," kata Prof Heriandi. Lalu, kapan waktu yang paling baik untuk mengganti siwak?

"Kalau siwak sudah mekar, dipotong, sisanya dipakai lagi masih bisa," ujar Guru Besar Fakultas Kedokteran Gigi dan Fakultas Ilmu Keperawatan UI ini.

 Sama halnya dengan sikat gigi, sebaiknya diganti jika sudah agak mekar. Hal ini dikarenakan sikat gigi sudah tidak tajam lagi sehingga tidak maksimal membersihkan gigi saat digunakan untuk menggosok gisi.



(vta/vta)