Metode Pengobatan Teraneh, Potong Vena Hingga Mengebor Tengkorak

Metode Pengobatan Teraneh, Potong Vena Hingga Mengebor Tengkorak

- detikHealth
Rabu, 07 Agu 2013 11:16 WIB
Metode Pengobatan Teraneh, Potong Vena Hingga Mengebor Tengkorak
ilustrasi (Foto: Think Stock)
Jakarta -

1. Bloodletting

Dokter dari periode abad pertengahan percaya pada hal-hal yang disebut 'humor', atau cairan tertentu dalam tubuh seperti darah, empedu kuning, empedu hitam, dan dahak. 'Humorism' dikembangkan dokter Yunani dan Romawi yang percaya kelebihan atau kekurangan salah satu dari empat cairan akan sangat mempengaruhi kesehatan seseorang.

Di abad pertengahan, darah berlebih sering dilihat sebagai penyebab beberapa penyakit. Oleh karena itu, dokter akan menghilangkan sejumlah besar darah dengan dua cara, yaitu leeching (menggunakan lintah) dan venesection (memotong vena dengan pisau yang disebut fleam).

2. Medical Astrology

Di abad pertengahan, astrolog begitu dipuja akan dan dianggap sebagai penyihir. Namun sebenarnya mereka adalah sarjana yang memberi saran untuk meningkatkan hasil panen, memperkirakan cuaca, dan memberitahu keluarga akan seperti apa kepribadian anak mereka nanti.

Dokter akan merujuk pada kalender khusus yang berisi peta bintang untuk membantu menentukan diagnosis. Di tahun 1500-an, para dokter di Eropa secara hukum perlu menilai horoskop pasien sebelum memulai pemeriksaan. Setelah grafik bintang pasien diperiksa dan posisi bintang diperhitungkan, penyakit dapat diprediksi dan didiagnosis.

3. Trepanning

Trepanning adalah sebuah tindakan mengebor lubang kecil ke dalam tengkorak untuk mengekspos dura mater atau membran luar otak. Praktik ini diyakini dapat mengurangi tekanan dan mengobati masalah kesehatan di dalam kepala. Cara ini juga diyakini dapat menyembuhkan epilepsi, migrain, dan gangguan mental dan patah tulang tengkorak. Tak heran, paparan kuman pada otak melalui udara sering berakibat fatal.

Praktik trepanning belum sepenuhnya ditinggalkan. Baru-baru ini di tahun 2000 lalu, praktik ini masih dilakukan oleh 2 orang laki-laki di AS untuk mengobati wanita yang mengalami sindrom kelelahan kronis dan depresi.

4. Poisonous Anesthetics

Anestesi saat ini sudah jauh lebih mapan dari zaman dahulu. Sebelum kemajuan saat ini, minuman herbal yang agak keras dicampur dengan anggur biasa digunakan untuk menenangkan pasien sebagai gantinya. Yang paling umum dari anestesi herbal dikenal sebagai dwale.

Ada banyak bahan dalam dwale (termasuk yang tidak berbahaya) seperti selada dan cuka, untuk mematikan, hemlock dan opium. Namun, jika pencampurannya tidak benar justru dapat mengakibatkan kematian pada pasien.

5. Hot Iron For Hemorrhoids

Pada zaman dahulu kala diyakini bahwa St Fiacre merupakan pelindung dari penyakit wasir. Jika seseorang tidak berdoa kepadanya, maka mereka akan mengalami wasir. Kemudian Anda akan diobati oleh para biarawan dengan cara meletakkan besi panas di anus. Terapi altenatif lainnya, Anda akan disuruh untuk duduk di batu St Fiacre rock, tempat di mana biarawan Irlandia pada abad ke-7 secara ajaib sembuh dari wasir.

Pada abad ke-12, salah seorang dokter yahudi, Moses Maimonides, menulis tujuh bab tentang pengobatan wasir. Ia kemudian menentukan metode yang jauh lebih sederhana untuk wasir, yaitu direndam di dalam bak mandi.

6. Eye Surgery (Menggunakan Jarum)

Selama Abad Pertengahan, operasi katarak dilakukan dengan jarum tebal. Prosedur ini dilakukan dengan cara mendorong kornea ke bagian belakang mata. Namun kemudian saat kedokteran Islam mulai mempengaruhi Eropa, prosedur operasi mata ini berubah.

Mereka tak lagi menggunakan jarum tebal, tetapi menggunakan sebuah jarum suntik logam yang dimasukkan melalui sclera (bagian putih mata) dan kemudian digunakan untuk mengobati katarak melalui hisap.

7. Boar Bile Enemas

Enema pada abad pertengahan dilakukan oleh perangkat yang disebut Clysters, yaitu berupa tabung logam panjang dengan sebuah cangkir di ujungnya. Untuk menggunakannya, tabung akan dimasukkan ke dalam anus dan cairan obat dituangkan ke dalam cangkir. Cairan tersebut akan dimasukkan ke dalam usus besar dengan pemompaan.

Jika saat ini metode ini tetap digunakan dengan menggunakan cairan air sabun hangat, maka dulu justru menggunakan ramuan empedu babi hutan.
Halaman 2 dari 8
Dokter dari periode abad pertengahan percaya pada hal-hal yang disebut 'humor', atau cairan tertentu dalam tubuh seperti darah, empedu kuning, empedu hitam, dan dahak. 'Humorism' dikembangkan dokter Yunani dan Romawi yang percaya kelebihan atau kekurangan salah satu dari empat cairan akan sangat mempengaruhi kesehatan seseorang.

Di abad pertengahan, darah berlebih sering dilihat sebagai penyebab beberapa penyakit. Oleh karena itu, dokter akan menghilangkan sejumlah besar darah dengan dua cara, yaitu leeching (menggunakan lintah) dan venesection (memotong vena dengan pisau yang disebut fleam).

Di abad pertengahan, astrolog begitu dipuja akan dan dianggap sebagai penyihir. Namun sebenarnya mereka adalah sarjana yang memberi saran untuk meningkatkan hasil panen, memperkirakan cuaca, dan memberitahu keluarga akan seperti apa kepribadian anak mereka nanti.

Dokter akan merujuk pada kalender khusus yang berisi peta bintang untuk membantu menentukan diagnosis. Di tahun 1500-an, para dokter di Eropa secara hukum perlu menilai horoskop pasien sebelum memulai pemeriksaan. Setelah grafik bintang pasien diperiksa dan posisi bintang diperhitungkan, penyakit dapat diprediksi dan didiagnosis.

Trepanning adalah sebuah tindakan mengebor lubang kecil ke dalam tengkorak untuk mengekspos dura mater atau membran luar otak. Praktik ini diyakini dapat mengurangi tekanan dan mengobati masalah kesehatan di dalam kepala. Cara ini juga diyakini dapat menyembuhkan epilepsi, migrain, dan gangguan mental dan patah tulang tengkorak. Tak heran, paparan kuman pada otak melalui udara sering berakibat fatal.

Praktik trepanning belum sepenuhnya ditinggalkan. Baru-baru ini di tahun 2000 lalu, praktik ini masih dilakukan oleh 2 orang laki-laki di AS untuk mengobati wanita yang mengalami sindrom kelelahan kronis dan depresi.

Anestesi saat ini sudah jauh lebih mapan dari zaman dahulu. Sebelum kemajuan saat ini, minuman herbal yang agak keras dicampur dengan anggur biasa digunakan untuk menenangkan pasien sebagai gantinya. Yang paling umum dari anestesi herbal dikenal sebagai dwale.

Ada banyak bahan dalam dwale (termasuk yang tidak berbahaya) seperti selada dan cuka, untuk mematikan, hemlock dan opium. Namun, jika pencampurannya tidak benar justru dapat mengakibatkan kematian pada pasien.

Pada zaman dahulu kala diyakini bahwa St Fiacre merupakan pelindung dari penyakit wasir. Jika seseorang tidak berdoa kepadanya, maka mereka akan mengalami wasir. Kemudian Anda akan diobati oleh para biarawan dengan cara meletakkan besi panas di anus. Terapi altenatif lainnya, Anda akan disuruh untuk duduk di batu St Fiacre rock, tempat di mana biarawan Irlandia pada abad ke-7 secara ajaib sembuh dari wasir.

Pada abad ke-12, salah seorang dokter yahudi, Moses Maimonides, menulis tujuh bab tentang pengobatan wasir. Ia kemudian menentukan metode yang jauh lebih sederhana untuk wasir, yaitu direndam di dalam bak mandi.

Selama Abad Pertengahan, operasi katarak dilakukan dengan jarum tebal. Prosedur ini dilakukan dengan cara mendorong kornea ke bagian belakang mata. Namun kemudian saat kedokteran Islam mulai mempengaruhi Eropa, prosedur operasi mata ini berubah.

Mereka tak lagi menggunakan jarum tebal, tetapi menggunakan sebuah jarum suntik logam yang dimasukkan melalui sclera (bagian putih mata) dan kemudian digunakan untuk mengobati katarak melalui hisap.

Enema pada abad pertengahan dilakukan oleh perangkat yang disebut Clysters, yaitu berupa tabung logam panjang dengan sebuah cangkir di ujungnya. Untuk menggunakannya, tabung akan dimasukkan ke dalam anus dan cairan obat dituangkan ke dalam cangkir. Cairan tersebut akan dimasukkan ke dalam usus besar dengan pemompaan.

Jika saat ini metode ini tetap digunakan dengan menggunakan cairan air sabun hangat, maka dulu justru menggunakan ramuan empedu babi hutan.

(vta/vit)

Berita Terkait