Studi: Suara Seseorang Cenderung Berubah Saat Bertemu Pujaan Hati

Studi: Suara Seseorang Cenderung Berubah Saat Bertemu Pujaan Hati

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Jumat, 04 Okt 2013 19:00 WIB
Studi: Suara Seseorang Cenderung Berubah Saat Bertemu Pujaan Hati
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Cara seseorang berinteraksi pada satu orang dengan lainnya tentu berbeda-beda. Apalagi pada orang yang disukai atau dianggap menarik. Sebuah studi baru pun memastikan bahwa pria dan wanita cenderung mengubah nada suaranya ketika berbincang dengan orang yang mereka sukai.

Studi yang dilakukan tim peneliti dari Albright College, Pennsylvania, AS ini pun menemukan adanya perubahan nada, terutama ketika seseorang berbicara via telepon. Dan dari studi yang sama peneliti dapat menyimpulkan bahwa baik pria dan wanita sama-sama mencoba mencocokkan atau bahkan meniru suara pasangan atau orang yang mereka cintai.

Wanita dikatakan kerap menggunakan nada yang lebih rendah ketika berbincang dengan pria yang disukainya, sebaliknya pria mengubah nada suaranya menjadi lebih tinggi kepada pasangannya. Untuk memperoleh kesimpulan ini, peneliti mengamati bagaimana sejumlah partisipan mengubah atau sengaja memodulasi/mengatur suaranya ketika berbincang dengan pasangan atau teman sesama jenis dalam sebuah percakapan telepon singkat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam hal ini peneliti melibatkan dan mempelajari suara 24 penelpon yang mengaku sedang kasmaran dan menikmati masa-masa bulan madu. Masing-masing penelepon (partisipan) diminta menghubungi pasangannya dan salah satu sahabat dekatnya (jenis kelamin sama). Dan penelepon sama-sama memulai perbincangan dengan menanyakan hal-hal spesifik seperti 'bagaimana kabarmu?' dan 'apa yang sedang kamu lakukan?'.

Kemudian rekaman kesemua perbincangan yang dilakukan 24 partisipan itu diperdengarkan kepada 80 orang yang bertugas sebagai semacam juri independen. Mereka diminta menilai tingkat keseksian, kegembiraan dan ketertarikan (secara romantis) dari rekaman suara-suara tersebut.

Penilai hanya diperdengarkan bagian akhir dari perbincangan dan pada beberapa kasus. Namun mereka sudah langsung bisa mengidentifikasi dengan tepat apakah si penelpon berbicara pada temannya atau kekasihnya. Hal ini membuat peneliti makin yakin bahwa orang-orang memang cenderung mengubah suaranya untuk mengkomunikasikan status hubungan mereka dengan orang lain.

"Sampel suara yang ditujukan untuk pasangan atau kekasih dinilai terdengar lebih menyenangkan, lebih seksi serta lebih mencerminkan ketertarikan romantis yang besar dibandingkan suara yang ditujukan untuk rekan sesama jenis," simpul ketua tim peneliti, Profesor Susan Hughes seperti dilansir Daily Mail, Jumat (4/10/2013).

Agar temuannya semakin meyakinkan, peneliti juga melakukan analisis spektrogram terhadap sampel-sampel suara tersebut, terutama untuk mengamati tinggi rendahnya nada suara yang digunakan. Hasilnya juga menunjukkan baik pria maupun wanita cenderung meniru atau mencocokkan nada suaranya dengan nada suara milik pasangan atau orang yang mereka cintai.

Uniknya, psikolog yang memimpin studi ini juga percaya bahwa variasi suara yang ditunjukkan orang-orang ketika berbicara dengan teman maupun kekasihnya ini juga dapat digunakan untuk mendeteksi perselingkuhan. Sebab efek suara ini mencerminkan adanya keinginan untuk menjalin hubungan dan keintiman, di samping salah satu cara untuk mengkomunikasikan rasa kasih saya dan koneksi.

Hal lain yang ditemukan peneliti saat 'membedah' konten bahasa yang terkandung dalam sampel suara partisipan, para penilai mengaku dapat merasakan adanya tekanan dan kegugupan yang ditunjukkan oleh partisipan dari suaranya ketika berbincang dengan pasangan atau kekasih mereka.

"Ada semacam kerentanan yang terlihat pada suara-suara orang yang sedang kasmaran. Mungkin mereka tak ingin ditolak," tutup Profesor Hughes.

(/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads