Jebakan Diet Tahan Lapar Biar BB Cepat Turun, Naiknya Bisa Dua Kali Lipat

Jebakan Diet Tahan Lapar Biar BB Cepat Turun, Naiknya Bisa Dua Kali Lipat

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Kamis, 09 Jul 2026 09:02 WIB
Ilustrasi diet atau timbangan berat badan
Foto: Getty Images/PRUDENCIOALVAREZ
Jakarta -

Keinginan untuk mendapatkan berat badan ideal dalam waktu singkat sering kali membuat banyak orang terjebak dalam pola diet yang keliru. Alih-alih mendapatkan tubuh yang sehat, metode pangkas kalori secara ekstrem yang marak di masyarakat justru memicu siklus stres dan efek yoyo atau rebound, berat badan justru melonjak lebih tinggi dari sebelum diet.

Spesialis Gizi Klinik, dr Christopher Andrian MGizi SpGK, mengungkapkan bahwa miskonsepsi terbesar yang saat ini merusak pola pikir masyarakat adalah ambisi untuk memangkas berat badan secepat-cepatnya dengan cara yang menyiksa tubuh.

"Banyakan orang diet itu sekarang mau turun secepat-cepatnya. Cepat ekstrem. Jadi dia makan sedikit-dikitnya, olahraga seheboh-hebohnya dengan anggapan restriksi kalori terjadi disitu. Nah mungkin kondisi kayak gitu itu penurunan berat badan akan cepat turun. Tapi dominan yang turun itu mayoritas adalah air, otot yang hilang, lemak juga ada. Tapi itu biasanya sifatnya tidak permanen," papar dr Christopher saat ditemui di Dermaster Gizi Jakarta Selatan, Rabu (8/7/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akibat hilangnya massa otot dan air secara mendadak, metabolisme tubuh akan melambat dan memicu fase mandek (stuck). Dr Christopher menjelaskan bahwa kondisi inilah yang sering kali membuat pelakunya frustrasi hingga melampiaskannya pada pola makan semula.

"Nah kondisi kayak gitulah yang makanya kadang-kadang orang sering stuck. Cepat turun, tiba-tiba stuck, abis itu dia stress, abis itu dia rebound, naik lagi. Kan banyak tuh kayak gitu. Ujung-ujungnya yang terjadi apa? Turunnya 3 kilo, naiknya 5 kilo. Turun lagi 3 kilo lagi, naik lagi 5 kilo. Makanya berat badannya terus seperti itu," lanjutnya.

ADVERTISEMENT

Pola diet dengan membatasi jumlah kalori memang bisa diterapkan oleh beberapa orang. Hanya saja tidak bisa dilakukan dengan asal karena harus tetap memperhatikan komposisi tubuh. Jika seseorang terlalu defisit kalori tanpa perhitungan nutrisi matang, tubuh tidak hanya kehlangan lemak tapi juga zat esensial lain di tubuh.

"Diet 800 kalori pun secara medis itu ada, very low calorie diet kita bilangnya. Memang ditujukan buat orang-orang yang mau cepat penurunan berat badan. Tapi ya very low calorie diet itu tidak bisa kita terapkan buat jangka panjang. Kenapa? Karena kalorinya kecil," jelas dia.

"Dan kalau kita terapkan buat jangka panjang, efek untuk defisiensi mikronutrien, kekurangan nutrisi dari vitamin, mineral, itu pasti akan muncul karena restriksi kalori yang terlalu besar," tandasnya.




(kna/kna)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads