Rabu, 09 Okt 2013 14:14 WIB

Analisa Otak, Peneliti Ungkap Mengapa Albert Einstein Jenius

- detikHealth
Albert Einstein (dok. uni-frankfurt) Albert Einstein (dok. uni-frankfurt)
Jakarta - Siapa tak tahu Albert Einstein? Ilmuwan fisika dan penemu teori relativitas ini dipandang sebagai ilmuwan terbesar dalam abad ke-20. Tahukah Anda seperti apa otak Einstein dan apa yang membuatnya begitu jenius? Melalui studi terbaru, para peneliti mengungkapkannya.

Dilansir News Max Health, Rabu (9/10/2013), dari otak Einstein yang diambil 7 jam setelah kematiannya pada tahun 1955, ditemukan bahwa belahan bagian kiri dan kanannya terhubung dengan sangat baik. Sesuai dengan temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Brain, otak kedua sisi otak Einstein bersinergi dengan baik satu sama lain.

"Studi kali ini dilakukan lebih detail, kami benar-benar mencoba untuk meneliti bagian dalam otak Einstein. Penelitian ini menyediakan informasi baru untuk membantu kita memahami secara lengkap permukaan otak Einstein," ujar penulis studi, Dean Falk, seorang antropolog evolusi di Florida State University, AS.

Pemimpin peneliti, Weiwei Men, dari East China Normal University, juga mengungkapkan telah mengembangkan teknik analisis otak terbaru dalam studi ini. Ia mengatakan telah memeriksa bagian corpus callosum pada otak Einstein, yaitu bagian terbesar dari serat otak yang menghubungkan dua sisi belahan. Untuk penelitian ini, Weiwei menggunakan foto resolusi tinggi dari otak Einstein yang telah diterbitkan oleh Falk pada tahun 2012.

"Teknik ini tentu menarik bagi peneliti lain yang mempelajari konektivitas internal otak," ungkap Falk dalam sebuah rilis berita.

Teknik Weiwei mengungkapkan adanya variasi ketebalan dari bagian corpus callosum pada otak Einstein, di mana serabut saraf yang ada memungkinkan aktivitas otak 'menyeberang' secara sempurna dari satu belahan ke belahan otak yang lain. Ketebalan ini menunjukkan jumlah saraf yang melintas di daerah tertentu.

Para peneliti kemudian membandingkan otak Einstein dengan 15 pria tua dan 52 pria muda. Dari hasil perbandingan ini ditemukan bahwa Einstein memiliki hubungan yang lebih luas pada bagian-bagian tertentu dari belahan otaknya, jika dibandingkan dengan otak seluruh responden. Inilah sebabnya hingga saat ini Einstein masih dianggap sebagai seseorang yang jenius dan belum ada yang bisa menyamainya.



(ajg/vit)
News Feed