Saat Terkena Cacar Ular, Perlukah Bed Rest?

Saat Terkena Cacar Ular, Perlukah Bed Rest?

- detikHealth
Jumat, 11 Okt 2013 14:07 WIB
Saat Terkena Cacar Ular, Perlukah Bed Rest?
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Rasa sensitif, sakit, dan pegal bakal dialami di sekitar kulit yang melepuh dan melenting karena cacar ular. Apalagi terkadang penyakit ini muncul disertai gejala lain seperti demam dan sakit kepala. Perlukah bed rest saat terkena cacar ular?

"Pasien tidak perlu bed rest total, namun 7-10 hari pertama disarankan tidak melakukan aktivitas melelahkan," kata dokter spesialis kulit dan kelamin, dr Eddy Karta, SpKK, dalam perbincangan dengan detikHealth, Jumat (11/10/2013).

Pengobatannya adalah dengan anti virus yang diberikan tidak terlambat, yaitu dalam tempo maksimal 72 jam sesudah timbulnya kelainan kulit. Pada mereka yang masih muda dan sehat, anti virus kadang tidak diperlukan apabila tubuh mempunyai kekuatan untuk menyembuhkan sendiri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pengobatan antivirus menjadi penting bagi mereka yang berusia lanjut, kondisi fisik sangat lemah atau jika kelainan terletak di dekat organ penting, misalnya mata," jelas dr Eddy.

Cacar ular adalah istilah awam untuk menyebut herpes zoster. Penyakit ini merusak saraf tepi di satu bagian tertentu dan kulit yang disarafinya. Karena aliran saraf di kulit ini biasanya berbentuk memanjang yang seperti ular maka oleh orang awam disebut cacar ular.

Cacar ular dianggap sebagai reaktivasi dari virus cacar air yang pernah diderita seseorang. Maka itu penularannya dianggap dari diri sendiri.

"Saat seseorang terkena cacar air maka virus penyebabnya yaitu virus varicella zoster akan sembunyi dalam tubuh untuk kemudian menjadi aktif dan timbul lagi dalam bentuk berbeda," terang dr Eddy yang berpraktik di RSCM dan Klinik Edmo ini.

(/mer)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads