"Yang tidak perlu mengonsumsi susu adalah orang-orang dewasa yang asupan lemak dan gulanya sudah lebih dari cukup. Menurutnya, di dalam lambung, susu membentuk senyawa asam," kata Prof. Dr. Ir. H. Hardinsyah, MS, Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia IPB dalam peluncuran susu Vitalac dari Sarihusada, di KidZania, Pacific Place, Jakarta, dan ditulis pada Jumat (18/10/2013).
Bila ada orang yang makan daging, makan makanan mengandung gula, dan tidak diimbangi dengan sayur dan buah kemudian dia minum susu, maka bisa berdampak buruk bagi lambungnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Salah satunya adalah growth hormone, itu satu-satunya hanya ada di campuran formula susu. Ini kan sangat dibutuhkan anak-anak yang dalam masa pertumbuhan," papar Prof Hardin.
Lantas, apakah susu dapat digantikan dengan suplemen? Menurut Prof Hardin, suplemen bisa saja menggantikan peran susu dalam menyuplai nutrisi bagi tubuh. Namun kadangkala, ada beberapa suplemen yang justru tidak baik bagi tubuh bila 'berdiri' sendiri.
"Dalam susu, zat-zat nutrisi yang dicampurkan sudah dihitung berdasarkan kadar yang tepat. Selain itu, peneliti juga memperhitungkan reaksi antar zat yang dapat terjadi saat proses pencernaan. Saat dicerna, bisa ada gizi yang berkurang atau hilang. Maka sebaiknya, nutrisi-nutrisi tersebut masuk secara serempak ke dalam tubuh. Salah satu caranya ya dengan minum susu," imbuh Prof Hardin.
(/up)










































