Para pelari yang mengikuti Half Marathon (HM) biasanya akan mempersiapkan diri dengan layak, salah satunya tidur yang cukup. Namun, di media sosial ada pelari yang mengklaim dirinya hanya tidur dua jam sebelum race.
Namun, situasi ini menjadi perdebatan antar pelari. Banyak yang memang merasa susah untuk terlelap ketika mau race, sehingga beragam cara muncul sebagai solusinya, seperti nabung tidur.
"Warga, kalau ada yang bisa lari HM kencang pas race hanya dengan tidur 2 jam malam sebelumnya, udah biar dia aja. Kalian jangan ikut-ikut ya, nyawa cuma 1. Kalau kamu bisa, yaudah buatmu aja. Ga perlu dipost," tulis akun cak** dikutip detikcom, Rabu (7/10/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi pak adrenaline h-1 race susah dihindari sihh, saya sering bgt kurang tidur sebelum race. Diminimalisir resikonya dengan nabung tidur 2-3 hari sebelumnya. CMIIW," tulis lainnya.
Ditanya mengenai hal ini, dokter spesialis kedokteran olahraga, dr Andhika Raspati, SpKO mengatakan bahwa kurang tidur sendiri dapat memengaruhi performa dalam berlari saat race.
"Secara performa jelas bakal nurun, nggak bilang pasti sih tapi paling nggak most likely bakal nurun. Belum ngomongin dari fungsi kardiorespirasi, terutama kita ngomongin pompa jantungnya," kata dr Dhika kepada detikcom, Rabu (7/10/2026).
"Karena kan kalau kurang tidur tuh, masalah heart rate-nya udah naik. Artinya pasti akan lebih gampang naik HR-nya, dan membatasi performa dan ngomongin risiko. Karena semakin tinggi heart rate semakin tinggi risikonya," sambungnya.
dr Dhika menyadari bahwa antusiasme menuju race memang terkadang membuat para pelari susah untuk memejamkan mata. Namun, tetap hal ini bisa diakali agar performa saat race tetap optimal.
"Mulai dari yang simpel-simpel misalnya memastikan cahaya lampu mati, nggak ada suara yang mengganggu, kemudian bisa teknik pernapasan kayak box breathing," katanya.
"Tapi kalau bicaranya memang benar-benar butuh obat, yang bisa dibantu dengan obat-obatan yang mungkin aman ya, nggak langsung obat penenang gitu. Mulai dari penggunaan melatoni, mungkin sampai obat anti-mabuk perjalanan itu juga bisa dipakai buat tidur," tutupnya.
(dpy/suc)










































