"Secara umum, TBC bisa ditularkan melalui proses penularan droplet, misalnya dari batuk atau bersin oleh individu yang mengidap TBC aktif," ujar Dr drh Joko Pamungkas, MSc, Kepala Pusat Studi Satwa Primata LPPM IPB, saat dihubungi detikHealth dan ditulis pada Senin (28/10/2013).
Dilanjutkan Dr Joko, proses penularan lainnya bisa juga terjadi jika seseorang yang terjangkit TBC meludah sembarangan. Setelah ludah tersebut mengering partikel dari bakteri bisa ditularkan terbawa angin dan menyebar sehingga menularkan pada yang lain, yang disebut sebagai aerosolisasi. Begitu juga dengan penularan pada monyet ekor panjang, jenis monyet yang digunakan dalam atraksi topeng monyet.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nah, yang di primata itu sebagian besar bisa ditularkan ke manusia. Manusia sebenarnya lebih rentannya hanya pada jenis Mycobacterium humanus, tapi meskipun begitu tetap memiliki kans untuk tertular TBC dari monyet," terang Dr Joko.
Pendapat serupa dikemukakan oleh Dr Emil Agustiono, MKes, Sekretaris Komnas Pengendalian Zoonosis, kepada detikHealth. Ia mengungkapkan bahwa penyakit TBC yang bisa ditularkan melalui droplet bisa ditularkan pada manusia dari monyet jika monyet tersebut bersin, batuk, atau buang ludah.
"Ya sama, karena pada dasarnya manusia dan primata kan mirip," ujar Dr Emil.
(ajg/)










































