Kamis, 14 Nov 2013 16:10 WIB

Mudah Diingat, Jauhi HIV dan AIDS dengan Cara ABCD

- detikHealth
Foto: Ilustrasi/Thinkstock Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - HIV sebenarnya bukanlah virus yang mudah menular seperti flu dan batuk. Yang membuatnya menular adalah perilaku berisiko seperti seks tidak aman atau penggunaan jarum suntik bergantian. Untuk mencegahnya pun cukup mudah diingat, yaitu ABCD. Apa itu?

HIV (Human Immunodeficiency Virus) merupakan virus yang menginfeksi manusia dan akan menyebabkan penurunan kekebalan tubuh. Virus ini hanya dapat hidup di media tertentu antara lain cairan darah, sperma, cairan vagina dan air susu ibu. Virus ini tidak menular melalui udara atau hanya dengan bersentuhan tangan, sehingga Anda tidak perlu takut untuk dekat-dekat dengan orang dengan HIV dan AIDS.

"HIV sesungguhnya tidak menular, tapi virus itu jadi menular karena perilaku berisiko, seperti pakai jarum suntik bergantian, seks berisiko, gonta-ganti pasangan, beli seks, tidak pakai kondom. Untuk mencegah HIV cukup diingat cara ABCD," jelas Dr Kemal Siregar, Sekretaris Komisi Pengendalian AIDS Nasional (KPAN).

Hal ini disampaikannya dalam acara Konferensi Pers Pekan Kondom Nasional 2013, di Balai Kartini, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (14/11/2013).

ABCD yang dimaksud adalah:

A = Abstinence (puasa seks)
Artinya tidak berhubungan seks sama sekali, terutama bagi individu yang belum memiliki pasangan resmi.

B = Be Faithful (setia)
Jika Anda sudah memiliki pasangan, maka jadilah pasangan yang setia dan tidak bergonta-ganti pasangan.

C = Condom (gunakan kondom)
Selalu gunakan kondom di setiap hubungan seks berisiko.

D = Drugs
Artinya jauhi narkoba dan tidak menggunakan jarum suntik secara bergantian.

"Hampir 80 persen penularan HIV berasal dari hubungan seks tidak aman. Angka ini menunjukkan masih kurangnya penggunaan kondom di kalangan lelaki berisiko tinggi. Sementara berbagai upaya untuk mempromosikann penggunaan kondom telah banyak dilakukan, namun masih dibutuhkan promosi lebih gencar lagi untuk mendorong adanya kesadaran perubahan perilaku," tutur Dr Kemal.



(mer/vit)
News Feed