"Kalau melihat anaknya yang masih kecil pacaran sebaiknya orang tua memang tidak boleh marah-marah atau sebaliknya mendiamkannya dan merasa ini adalah sesuatu yang alamiah dan tak seharusnya dikhawatirkan berlebihan," ujar psikolog anak, Efnie Indrianie, saat berbincang dengan detikHealth dan ditulis pada Senin (2/12/2013).
Efnie menjelaskan dilihat dari kematangan fungsi otak, anak-anak sekarang memang mengalami kematangan yang lebih cepat dibanding orang tuanya di usia yang sama. Karena itu seringkali anak usia 7 tahun sudah bisa merasakan ketertarikan pada lawan jenisnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk itu sebaiknya orang tua menyiapkan waktu untuk anaknya, mendengar cerita dan keluhannya. Dengan demikian orang tua bisa memantau bagaimana kondisi anaknya dan mulai mengarahkan jika si kecil tidak berada di track yang seharusnya.
Senada dengan Efnie, dr Ricky Susanto, M.Kes SpOG juga meminta orang tua menanyakan kepada anak, apa sebenarnya pacaran yang dimaksud. Jika orang tua gagal mengarahkan pada konsep 'best friend', anak sebaiknya juga diberi peringatan agar tidak terlalu dekat dengan lawan jenisnya. Misalnya jika si anak sudah mulai punya keinginan menggandeng anak lawan jenis yang ingin dijadikan pacarnya, dan sebagainya.
"Itu makanya penting diterapkan sejak kecil tentang nilai dan norma. Ini yang nantinya akan jadi pegangan anak dan bisa menjadi filter saat mereka diserang berbagai informasi yang tidak benar tentang seks," jelas dr Ricky.
Menurut dr Ricky anak-anak saat ini lebih cepat mengalami masa puber dibanding orang tuanya di usia yang sama. Ditengarai akibat informasi yang didapat, maka otak terstimulasi lebih cepat. Itu makanya jika dulu sang ibu baru mendapat menstruasi pertama atau menarche di usia sekitar 14-16 tahun, saat ini banyak anak perempuan yang mendapat menstruasi pertama di usia 9 tahun.
"Ini juga dipengaruhi faktor makanan. Misalnya banyak mengonsumsi junk food," kata dr Ricky,
(vit/up)











































