Perlukah Melakukan Stem Cell Tali Pusat?

Perlukah Melakukan Stem Cell Tali Pusat?

Ratna Wulandari - detikHealth
Selasa, 03 Des 2013 15:03 WIB
Perlukah Melakukan Stem Cell Tali Pusat?
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Tidak ada yang pernah tahu apa yang akan terjadi dengan diri kita atau keluarga kita di masa depan. Meskipun sudah menjaga kesehatan dengan melakukan pola hidup yang sehat, makan makanan yang bergizi, dan rajin berolahraga namun kemungkinan terserang penyakit masih saja ada. Seiring berkembangnya ilmu kedokteran, ada pengobatan dengan stem cell melalui terapi regeneratif. Dengan begitu, apakah stem cell menjadi hal yang diperlukan?

"Stem cell merupakan 'investasi' jangka panjang, dan bagaimana kita memandang investasi tersebut untuk jangka masa yang akan datang karena investasi ini bisa kita ambil atau gunakan jika kita membutuhkannya," ujar dr Taufik Jamaan, SpOG, spesialis kebidanan dan kandungan/fertilisasi RS Bunda Jakarta, dalam seminar media yang diselenggarakan di Auditorium Prodia Tower, Jl Kramat Raya, Jakarta, Selasa (3/12/2013).

Kini untuk melakukan stem cell ini bukan lagi hal yang sulit dan menyakitkan bagi orang yang ingin melakukannya. Hanya dalam waktu3-5 menit kita bisa melakukan stem cell, yaitu dengan stem cell darah tali pusat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apakah darah tali pusat Itu? Darah tali pusat merupakan darah yang mengalir di dalam tali pusat bayi sampai ketika ia dilahirkan. Darah tali pusat tersebut yang merupakan sumber stem cell yang sangat berharga dan dapat digunakan untuk pengobatan medis.

"Darah tali pusat pada awalnya dianggap limbah biologis, namun kini dapat diolah, dimbil dan disimpan stem cell-nya di bank darah atau laboratorium tali pusat yang nantinya di kemudian hari stem cell tersebut dapat digunakan untuk terapi regeneratif saat dibutuhkan," jelas dr Taufik.

Dia menjelaskan cara melakukannya pun mudah. Darah yang mengalir dari tali pusat yang merupakan sumber stem cell untuk pengobatan medis diambil, lalu disimpan di kantung darah sbanyak 200-300 cc pada saat sang ibu melahirkan, kemudian di simpan di bank darah tali pusat dengan suhu -196 derajat Celsius.

"Dapat disimpan seumur hidup dan kesempatan untuk mengambil darah tali pusat hanya sekali yaitu pada saat melahirkan," terang dr Taufik.

(/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads