Sabtu, 25 Jan 2014 12:01 WIB

Pasangan Ini Kehilangan Dua Bayi Karena Sakit Langka yang Sama

- detikHealth
Natalie Halkett, suaminya David Clark dan David Junior (Foto: Daily Mail)
Dunfermline - Tak ada orang tua yang bisa tenang bila anaknya jatuh sakit, apalagi sakitnya kronis dan sampai meninggal dunia. Terlebih si anak masih bayi. Yang dialami pasangan ini jauh lebih mengenaskan karena mereka kehilangan dua bayi dalam waktu berdekatan.

Ironisnya lagi, bayi laki-laki dan perempuan ini sama-sama mengidap penyakit langka yang membuat keduanya harus meregang nyawa di usia yang masih begitu belia.

Sang ibu, Natasha Halkett sudah begitu terpukul ketika anak pertamanya, Layla meninggal karena cacat jantung langka yang hanya terjadi pada satu dari 10.000 kelahiran, yaitu truncus arteriosus tipe II. Agar bisa bertahan hidup, biasanya bayi yang menderita penyakit ini harus menjalani prosedur operasi terbuka (open heart surgery).

Hal ini sebenarnya sudah diwanti-wanti dokter ketika membacakan hasil scan kandungan Natasha yang memasuki usia 20 minggu. Disitu dokter menemukan ada semacam lubang di jantung janin tersebut.

Hanya dua hari setelah Layla lahir pada bulan Juli 2012, baik Natasha dan David Clark (45) harus menerima kenyataan pahit bila putri mereka takkan mampu bertahan hidup. Bahkan pasangan ini memohon kepada tim dokter untuk memperpanjang usia Layla selama yang mereka bisa.

Hingga akhirnya mereka terpaksa melepas mesin bypass yang terpasang ke sekujur tubuh Layla yang selama ini membuat bayi berusia empat bulan itu bisa bertahan hidup.

"Setelah Layla meninggal, mereka bilang kasus ini tak mungkin terjadi lagi, jadi kami putuskan untuk mencoba memiliki bayi lagi," tutur Natasha seperti dilansir Daily Mail, Sabtu (25/1/2014).

Ibu berusia 21 tahun ini pun sempat mengalami keguguran hingga akhirnya mengandung anak keduanya yang diberi nama David Junior. Namun yang tak pernah ia sangka, David juga meninggal 18 bulan setelah kematian kakaknya, karena penyakit yang persis sama.

"Kami begitu terkejut dengan kabar ini karena sebelumnya kami diberitahu jika bayi yang saya kandung sehat. Tapi mimpi buruk ini ternyata terulang kembali," keluhnya.

Wajar bila mereka shock karena dari hasil scan sebelumnya tak ditemukan adanya cacat jantung pada tubuh David Junior. Tapi pasca kelahirannya, mereka malah menduga David Junior mengidap murmur jantung.

Dari beberapa tes yang dilakukan David Junior, akhirnya ketahuan jika bocah malang ini mengidap cacat jantung yang sama dengan kakaknya. Ia juga butuh dioperasi. Bukan kesembuhan yang didapat, justru ditemukan sejumlah komplikasi.

Menurut dokter, jantung bayi yang masih berusia dua minggu itu tak cukup kuat untuk menopang hidupnya dan akhirnya ia dinyatakan meninggal pada tanggal 21 Desember 2013.

Keduanya disemayamkan bersebelahan di sebuah pemakaman di Culross, beberapa meter dari rumah mereka di Dunfermline, Fife UK.

Kini tim dokter juga berupaya menyelidiki apakah ada kaitan genetik yang menyebabkan penyakit langka itu hingga terjadi dua kali. Sedangkan Natasha dan David was-was menunggu hasil tes darah mereka. Ini penting sebelum memutuskan apakah akan berusaha punya anak lagi atau tidak.





(lil/vit)
News Feed