"Sebaiknya lakukan kompres menggunakan air hangat. Jangan kompres dengan es atau alkohol, jangan memakai jaket atau selimut tebal, cukup yang tipis saja, dan tidur yang cukup," kata dr Meta Hanindita saat berbincang dengan detikHealth dan ditulis pada Rabu (29/1/2014).
Ibu satu anak ini juga mengingatkan jangan lupa untuk minum air putih yang banyak saat kondisi tubuh demam karena sebenarnya, demam adalah suatu mekanisme pertahanan tubuh terhadap zat asing. Zat asing yang dimaksud bisa jadi kuman, bakteri, virus, atau produk racun yang dihasilkan penyebab demam itu sendiri.
"Sehingga, dapat kita simpulkan bahwa demam bukanlah merupakan penyakit, tetapi adalah gejala penyakit tertentu. Nah, demam bisa disebabkan infeksi dan non-infeksi," kata dr Meta.
Penyebab berupa infeksi misalnya saja virus atau bakteri. Sementara penyebab non-infeksi contohnya tumbuh gigi pada anak, penyakit autoimun atau keganasan. Lalu, ketika tubuh demam banyak anggapan bahwa makin banyak keringat yang jeluar maka demam akan turun, benarkah?
"Tubuh akan selalu mencoba mempertahankan suhu normal. Saat demam terjadi, pembuluh darah tubuh akan membesar, membiarkan cairan tubuh menguap dalam bentuk keringat sehingga panas yang berlebihan dapat dibuang. Jadi keringat adalah cara tubuh menurunkan demam," papar ibu satu anak ini.
Berdasarkan hasil detikHealth Reader's Choice 2013 yang digelar pada 20 Desember 2013 hingga 15 Januari 2014 dan melibatkan 3.819 peserta dari Aceh hingga Papua, minum obat paling banyak dipilih pembaca detikHealth untuk mengatasi demam dengan jumlah 1.577 suara. Lalu, konsumsi makanan atau minuman hangat dipilih oleh 634 orang. Tidur dan mengompres tubuh dipilih oleh 579 dan 481 orang. Cara terakhir yakni memakai jaket atau selimut tebal yang dipilih 368 orang.
(rdn/vit)











































