Baru-baru ini tim peneliti dari Spanyol mengembangkan semacam hidung elektronik atau alat pelacak yang dapat mengendus bau badan manusia sebagai salah satu bentuk identitas mereka.
Bahkan mereka berani mengklaim suatu hari nanti sistem ini dapat menggantikan sidik jari dan pemindaian iris mata.
Tim peneliti dari Group of Biometrics, Biosignals and Security (GB2S) dari Universidad Polite;cnica de Madrid (UPM) yang berkolaborasi dengan perusahaan IT, Ilía Sistemas SL sendiri mengungkapkan bila sistem buatan mereka itu sudah mencapai akurasi sebesar 85 persen.
"Kami menemukan ada pola-pola tertentu dari bau badan setiap orang yang tetap stabil, dan pola ini dapat dikenali. Untuk itu masing-masing orang punya aromanya sendiri-sendiri dan inilah yang membedakannya dari sekelompok orang dengan tingkat akurasi lebih dari 85 persen," terang peneliti seperti dilansir Daily Mail, Jumat (7/2/2014).
Untuk itu peneliti mengatakan sistem ini dapat dipasang di bandara untuk 'mengendus' calon penumpang ketika mereka melewati pintu masuk. Sensor baru ini dikatakan dapat menghindari kesamaan identifikasi dengan penumpang lain.
"Penggunaan teknik biometrik seperti sidik jari dan iris mata memang meningkatkan efektivitas keamanan di bandara atau perbatasan. Tingkat error-nya cenderung rendah, hanya saja kedua teknik ini biasanya dikaitkan dengan catatan kriminal sehingga ketika seseorang diminta mengidentifikasi diri mereka dengan memperlihatkan kedua data ini, mereka cenderung enggan berkolaborasi," tutur peneliti.
Sebaliknya, tambah peneliti, teknik biometrik lainnya seperti pengenalan wajah justru memiliki tingkat error yang tinggi. Wajar jika kemudian tim peneliti terinspirasi untuk membuat alat pelacak.
Menurut mereka, gagasan tentang identifikasi bau badan sendiri sebenarnya bukanlah hal baru tapi mungkin belum banyak dikembangkan.
"Selama ini yang kita tahu polisi menggunakan anjing pelacak yang mempunyai kemampuan untuk mengikuti jejak seseorang atau sampel bau badannya, dan ini membuktikan bahwa bau badan efektif dipakai sebagai salah satu alat identifikasi biometrik," tegasnya.











































