Mitos Biopsi Perparah Kanker, Ada Benarnya Tapi Sedikit

Mitos Biopsi Perparah Kanker, Ada Benarnya Tapi Sedikit

- detikHealth
Senin, 10 Feb 2014 09:30 WIB
Mitos Biopsi Perparah Kanker, Ada Benarnya Tapi Sedikit
dok: Uyung / detikHealth
Jakarta - Istilah 'membangunkan macan tidur' kerap dilekatkan pada tindakan biopsi atau pengambilan sampel jaringan kanker. Banyak pakar yang membantah, namun dalam hal tertentu mitos ini memang ada benarnya. Lantas harus bagaimana?

"Kalau memutuskan untuk biopsi, pastikan jangan sampai lebih dari 1 bulan harus terapi. Jangan malah lari ke alternatif," pesan dr Walta Gautama, SpB(K)Onk, Kepala Unit Deteksi Dini RS Kanker Dharmais dalam peringatan hari kanker sedunia di Putri Duyung Ancol, Jakarta Utara, dan ditulis pada Senin (10/2/2012).

Bila tidak segera diterapi, dr Walta mengatakan bahwa persebaran beberapa jenis kanker bisa menjadi lebih parah. Tidak semua demikian, tetapi untuk jenis kanker yang bersifat fast growing seperti kanker tiroid aplastik, pertumbuhannya bisa meningkat setelah biopsi.

Ibarat lalu lintas jalan raya, biopsi pada jenis kanker ini seperti membuatkan jalan tol yang semakin memudahkannya menyebar. Jika semula kankernya terbungkus rapi, biopsi membuat bungkusnya berlubang dan diibaratkan lagi seperti sudetan Kali Ciliwung.

Namun secara umum, dr Walta menegaskan bahwa tidak semua kanker bersifat fast growing dan menjadi makin parah setelah biopsi. Justru, biopsi dibutuhkan untuk memastikan diagnosis, dan menentukan terapi yang tepat untuk kanker yang terdeteksi.

"Sayangnya memang ada yang jadi lebih cepat menyebar, lalu itu yang dijadikan mitos seolah-olah semua jenis kanker seperti itu," tambah dr Walta.

Setelah memutuskan untuk biopsi, dr Walta menganjurkan untuk segera menjalani terapi karena harus berpacu dengan doubling time atau waktu penggandaan sel kanker. Dari semua jenis kanker, jika dirata-rata doubling time sel kanker berkisar antara 20 hingga 100 hari.

(up/vit)

Berita Terkait