Tiga Jenis Penyakit Kelamin yang Serang Penduduk Jawa Saat Era Kolonial

Penyakit Kelamin di Jawa 1812-1942

Tiga Jenis Penyakit Kelamin yang Serang Penduduk Jawa Saat Era Kolonial

- detikHealth
Jumat, 21 Feb 2014 15:46 WIB
Tiga Jenis Penyakit Kelamin yang Serang Penduduk Jawa Saat Era Kolonial
Bandung - Lewat karyanya Gani A Jaelani mengungkap soal penyakit kelamin yang terjadi di Pulau Jawa saat zaman penjajahan 1812-1942. Setidaknya ada tiga jenis penyakit kelamin yang menyebar saat itu.

Pertama, Weeke Sjanker, penyakit yang hanya menyerang organ genital. Kedua, druiper yakni penyakit yang menyebabkan nanah bercampur darah keluar dari organ genital atau kerap disebut penyakit kencing. Terakhir, sifilis atau raja singa. Penyakit ini membuat penderita tersiksa, sehingga penderitanya bisa menjadi gila atau bahkan meninggal.

Gagasan itu dikemukakan Hollander dan Lameijn dalam buku mereka tentang penyakit kelamin. Druiper sebetulnya hanya menyerang organ genital, tapi dalam beberapa kasus acapkali menyerang organ tubuh lain.

Orang yang tertular druiper tak akan langsung merasakan virus masuk ke dalam tubuhnya, setidaknya dalam enam bulan pertama. "Itulah mengapa setelah melakukan hubungan seksual dengan seorang pelacur yang diangggap sebagai sumber penyakit ini, orang belum sadar dirinya tertular, sehingga mereka sering kembali berkunjung ke rumah pelacuran," tulis Gani dalam bukunya, saat diskusi buku di RS Pendidikan Unpad, Jl Eijkman, Bandung, dan ditulis pada Jumat (21/2/2014).

Seseorang yang sudah tertular akan merasakan tubuhnya panas, kemudian terbakar, dan puncaknya merasa gatal terutama di saluran kencing. Ketika buang air kecil akan terasa sakit yang sangat akibat luka di organ genital. Beberapa minggu kemudian, muncul lendir dan nanah, yang menunjukkan selaput lendir penderita sudah luka.

Terkadang virus ini juga menyerang persendian. Hollander dan Lamijn menjelaskan ketika buku mereka terbit, banyak menemukan anak muda yang berjalan dengan tongkat seperti sudah renta. "Hidup tak mau mati pun segan" adalah ungkapan yang pas buat penderira ini.

Berbeda dengan druiper, sifilis menyerang sekujur tubuh dan menyebabkan penuh banyak tanda. Tidak hanya menyerang kulit atau bagian tubuh lainnya, tapi juga menghancurkan tulang. Saat tubuh mulai dipenuhi bintik, saat itulah penyakit sudah benar-benar menyerang.

Setelah enam hari, tanda lain menunjukkan penyakit sudah memasuki stadium lebih tinggi. Penderita akan merasa cepat lelah wajah pucat, dan tubuh menjadi kurus. Tulang tangan dan kaki sakit. Ia pun akan kesulitan tidur dan demam tinggi tak bisa dihindari.

Dalam beberapa tahun, penyakit tampak seperti menghilang. Si penderita beranggapan ia telah sembuh. Padahal penyakit itu berkembang dalam tubuhnya. Gejala yang timbul lebih ganas dari sebelumnya. Bahkan dalam beberapa kasus, si penderita sangat merana hingga menyebabkan kematian.

Seperti yang terjadi pada serdadu muda Belanda. Yang tertular penyakit kelamin dan dalam beberapa bulan kemudian meninggal. Banyak juga yang gila karena mereka tidak kuat selama mengalami proses penyembuhan.

(ern/vit)

Berita Terkait