Hal itu disampaikan dr Azizman Saat dari RSUD Arifin Achmad Pekanbaru kepada detikHealth, Rabu (12/3/2014). Dia menjelaskan masker yang diperjualbelikan di pasaran tidak memenuhi standar kesehatan, mengingat asap di Riau yang kian buruk untuk kesehatan.
"Kondisi udara di Riau pada level berbahaya. Maka standar masker harusnya NH59 yang biasa digunakan masker untuk menghindari virus flu burung. Masker itulah yang semestinya digunakan masyarakat Riau dalam kondisi asap saat ini," kata Azizman.
Jenis masker tersebut, lanjut Azizman, sudah standar untuk membendung partikel debu terhalus. Jika menggunakan masker yang biasa ataupun yang dijual belikan dipinggir jalan, hal itu tidak memenuhi standar kesehatan.
"Cuma ya masih mending daripada yang tidak makai masker. Tapi kita harapkan masyarakat bisa membeli masker yang standar untuk flu burung," kata Azizman.
Menjawab bagaimana masker yang dibagikan Dinas Kesehatan dan pihak swasata ke masyarakat? Menurut Azizman masker yang dibadikan pemerintah maupun pihak swasta juga tak memenuhi standar untuk kesehatan pada level polusi berbahaya.
"Ya termasuk masker yang sering kita jumpai dibagikan gratis itu tak memenuhi standar untuk kesehatan. Kalau mau ya beli yang standar untuk flu burung tersebut," kata Azizman.
Sebagaimana diketahui, saat ini Riau dikepung kabut asap pekat imbas kebakaran hutan. Asap yang ditumbulkan dari kebakaran itu menghasilkan udara bercampur metan dan karbondioksida yang bahaya buat kesehatan.
(cha/vta)











































