Penelitian tersebut dilakukan terhadap 4.600 pekerja dari berbagai perusahaan di Inggris, termasuk 100 diantaranya adalah perusahaan besar. Para pekerja yang dipilih adalah pekerja senior yang duduk di jabatan eksekutif perusahaan.
Hasilnya menunjukkan bahwa pria berkeluarga yang sudah mempunya anak, 74 persennya sudah mendapatkan kenaikan jabatan dan gaji lebih dari lima kali, dibandingkan dengan pria lajang atau tanpa anak yang hanya 65 persen.
Sementara itu, mempunyai anak atau tidak kurang berpengaruh terhadap kenaikan jabatan atau gaji para pekerja wanita. Angka perbedaannya pun hanya sedikit, bagi wanita yang sudah mempunyai anak, 57 persennya sudah mendapatkan kenaikan gaji dan jabatan lebih dari lima kali. Sementara itu, wanita lajang atau tanpa anak ada di angka 51 persen.
Psikolog bisnis Rachel Short mengatakan bahwa pada pria yang sudah mempunyai anak, mereka memiliki komitmen yang lebih tinggi pada karier daripada sebelumnya. Beda dengan wanita, dimana mempunyai anak dan mengurusnya akan memecah perhatian mereka. Sehingga secara tidak langsung akan menurunkan komitmen terhadap karirnya.
"Para ayah memiliki komitmen yang lebih tinggi karena mereka merasa mempunyai tanggung jawab lebih besar ketika mempunyai anak. Sehingga mereka akan bekerja lebih baik dan memiliki kesempatan kenaikan gaji dan jabatan lebih tinggi," papar Rachel.
Rachel mengakui memang banyak wanita karier yang berhenti bekerja ketika mempunyai anak, namun bagi mereka yang kembali bekerja setelah proses melahirkan dan anak sudah agak besar, kemungkinan naik gaji dan jabatan akan semakin besar.
"Namun bagi wanita, mempunyai anak bukan berarti Anda menghancurkan karir Anda. Sebaliknya, jika Anda kembali bekerja dan mampu menjalankan tugas sebagai ibu dengan baik, kemungkinan Anda untuk naik jabatan akan bertambah dua kali lipat," ujar Rachel seperti dikutip dari Daily Mail, Kamis (20/3/2014).
Hal itu terjadi karena bagi wanita karier yang pernah berhenti, pekerjaan bukan hanya duduk manis dan menunggu gaji. Namun mereka menjadi lebih ambisius seakan-akan ingin mengganti waktu kerja mereka yang sempat hilang karena melahirkan dan mengurus anak.
(vit/vit)











































