"Dalam beberapa kasus, Anda disarakankan untuk membicarakan rencana olahraga ke dokter. Bukan berarti dokter menghambat program latihan Anda, dokter hanya ingin memastikan Anda melakukannya dengan aman," papar Prof Jeff Coombes, profesor ilmu olahraga di University of Queensland, seperti dikutip dari ABC Australia, Kamis (17/4/2014).
Menurut Prof Coombes, beberapa kondisi kesehatan tertentu dapat menjadi lebih berisiko jika Anda tak berhati-hati dalam melakukan aktivitas fisik. Beberapa di antaranya adalah serangan jantung atau stroke.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gejala-gejala seperti nyeri dada, pusing atau kehilangan keseimbangan dapat mengindikasikan diagnosis terkait risiko serangan jantung dan stroke, sehingga jika Anda mengalaminya maka Anda juga disarankan untuk menemui dokter sebelum melakukan olahraga.
"Semakin banyak faktor risiko Anda, semakin meningkat juga risiko kesehatan yang Anda mungkin alami," ungkap Prof Coombes.
Oleh sebab itu, jika Anda saat ini sedang mempertimbangkan keinginan untuk rutin olahraga, misalnya dalam program penurunan berat badan, disarankan untuk tidak terburu-buru. Pertimbangkan kembali segala risiko yang ada dan jangan tunda pergi ke dokter sebelum memulainya.
(ajg/up)











































