Saraf kejepit dalam ilmu kedokteran dikenal dengan istilah Hernia Nucleus Pulposus (HNP). Hernia Nucleus Pulposus (HNP) adalah suatu kondisi di mana bantalan tulang belakang mengalami robekan cincin annulus fibrosus yang mengakibatkan nucleus pulposus (bagian tengah bantalan) menonjol keluar.
dr Muki Partono, SpOT menjelaskan HNP secara umum disebabkan oleh hukum wear and tear. Risiko penyakit ini meningkat pada orang-orang dengan aktivitas banyak duduk, membungkuk, dan mengangkat beban berat. Seseorang dengan posisi tidur miring ke kanan atau ke kiri juga akan mengalami tekanan meningkat tiga kali lipat. Selain itu, ada juga faktor genetik seperti seseorang yang mengalami kekurangan protein prostaglandin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dr Muki, pada umumnya kasus HNP tidak memerlukan tindakan operasi. Sebanyak 73 persen kasus dapat dikendalikan setelah 12 minggu melakukan pengobatan dan fisioterapi.
Perawatan- perawatan lainnya adalah sebagai berikut:
1. Obat nyeri seperti NSAIDs (nonsteroidal anti-inflammatory drugs) dapat digunakan pada kasus nyeri pinggang kronik, namun bisa menyebabkan gangguan pada sistem kardiovaskuler dan gastrointestinal.
2. Alternatif lain adalah injeksi steroid pada epidural space.
3. Selective Nerve Block (SNB)
Selective Nerve Block adalah suatu tindakan penyuntikkan pada akar saraf spinal, yang bertujuan untuk menghilangkan nyeri akibat penekanan akar saraf pinggang akibat HNP atau inflamasi atau penyempitan lubang saraf pinggang atau penyempitan lubang keluar saraf pinggang akibat proses pengapuran yang terjadi pada sendi yang terdapat pada tulang belakang.
"Operasi adalah upaya terakhir apabila semua tindakan di atas telah dilakukan dan keluhan tak berkurang," jelas dr Muki.
(mer/vit)











































