Tujuan mereka hanya satu, ingin membantu orang-orang agar berhenti merokok. Namun karena alasan tertentu, Noah keluar dari perusahaan yang mereka dirikan bersama, Thermo-Essence Technologies.
Nathan lalu menjual Thermo-Essence dan mendirikan perusahaan kedua yang diberi nama Minusa LLC. Di situlah ia mengembangkan sebuah alat baru, berupa inhaler yang dapat mengirim nikotin dalam dosis tertentu untuk membantu seseorang berhenti merokok. Bahkan alat ini diklaim dapat mengirimkan obat pereda nyeri tanpa perlu
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai pengganti plastik dan isolasi untuk merekatkan seluruh komponen, Nathan memanfaatkan keramik berpori dan logam campuran yang biasa dipakai sebagai bahan perangkat medis. Alih-alih menyolder alatnya, Nathan juga memilih menggabungkan seluruh komponen itu secara mekanis, seperti membuat Lego.
Inhaler yang kemudian diberi nama Envi itu hanya seukuran setengah batang rokok, namun dikemas dalam sebuah kotak seukuran satu pak rokok. Di dalam kotak itu sudah tersedia nikotin atau obat lainnya, sehingga nantinya pasien tinggal memasukkan obat tersebut ke inhaler.
Namun inhaler ini tak bisa langsung dipakai karena pengguna harus memasukkan kode tertentu. Setelah mengirimkan obat dalam dosis tertentu, secara otomatis inhaler ini akan mati dengan sendirinya. Ini untuk menghindari penyalahgunaan nikotin oleh pengguna.
Uniknya, "Alat ini hanya akan memberi nikotin sesuai dengan kadar yang diresepkan kepada Anda. Data penggunaan inhaler juga tersimpan dan dapat diamati secara real time, sehingga memudahkan dokter mengawasi dan berinteraksi dengan pasiennya," tutur Nathan seperti dikutip dari Reuters, Selasa (6/5/2014).
Nathan juga mengklaim inhaler ini nantinya tak hanya dapat digunakan untuk memberikan nikotin dalam dosis tertentu, tapi juga dapat dimanfaatkan untuk konsumsi obat-obatan jenis lainnya semisal obat pereda nyeri.











































