Pasien di Bali yang Diduga Kena MERS Keluhkan Sesak Napas Sebelum Meninggal

Pasien di Bali yang Diduga Kena MERS Keluhkan Sesak Napas Sebelum Meninggal

- detikHealth
Rabu, 07 Mei 2014 15:17 WIB
Pasien di Bali yang Diduga Kena MERS Keluhkan Sesak Napas Sebelum Meninggal
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta -

Seorang WNI asal Bali meninggal setelah melaksanakan ibadah umrah. Diduga, pasien tersebut meninggal karena terserang penyakit Middle East Respiratory Syndrome yang diakibatkan virus korona.

Kepala Dinas Kesehatan Bali dr Ketut Suarjaya yang dihubungi detikHealth membenarkan pernyataan tersebut. Ia mengatakan bahwa memang ada warga Bali yang meninggal dengan gejala-gejala MERS.

"Ya benar. Ada pasien meninggal suspect MERS-CoV, warga Sawangan, Nusa Dua, Badung bernama AS," tutur dr Ketut pada detikHealth, Rabu (7/5/2014).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

dr Ketut mengatakan bahwa AS meninggal setelah mengeluh sesak napas dan batuk-batuk pada Jumat (2/5) lalu. Setelah sempat dirawat di RS Surya Husada Denpasar selama beberapa hari, AS pun dipindahkan ke RS Sanglah Denpasar, Selasa (6/5) karena kondisinya tidak mengalami perbaikan.

Di RS Sanglah, AS di rawat di ruang isolasi karena gejala penyakitnya mirip dengan gejala MERS yaitu sesak napas dan batuk-batuk. Tak sampai sehari diisolasi, pasien berusia 50 tahun ini pun menghembuskan napas terakhir dini hari tadi pada pukul 00.30 WITA.

dr Ketut mengatakan pihaknya telah mengambil sampel dari tenggorokan pasien sebelum korban meninggal. Sampel tersebut dikirim ke laboratorium Biomol Universitas Udayana dan Litbang Kemenkes.

"Sebelum meninggal sampelnya sudah diambil dan kita kirim ke Lab Biomol Unud (Universitas Udayana) dan Litbang Kemenkes. Semoga nanti sore keluar hasilnya," tutur dr Ketut lagi.

(vit/vit)

Berita Terkait