Secara spesifik, penderita depresi akut biasanya kesulitan mengingat memori positif mereka. Mungkin itu sebabnya orang yang depresi seringkali kehilangan optimisme dan semangat hidup, hingga kadang merasa putus asa lalu memutuskan bunuh diri.
Terinspirasi dari hal ini, Dr Tim Dalgleish mencoba membantu orang-orang dengan depresi akut ini agar bisa mengakses kenangan positifnya.
Metode yang digunakan psikolog dari University of Cambridge ini dinamakan 'metode loci'. Ini sebenarnya metode yang sudah ada sejak ribuan tahun lalu, menggunakan gambaran-gambaran visual untuk memicu munculnya memori tertentu.
Kebetulan seluruh partisipan Dr Dalgleish mengidap depresi akut. Saking susahnya meminta mereka mengingat-ingat memori tertentu hingga peneliti harus melakukan 'pancingan' seperti memapari mereka dengan berbagai informasi sensorik, mulai dari bau, warna hingga suara.
Salah satu pasien Dr Dalgleish adalah Emma Brinkley. "Meski sekarang saya merasa sedih, tapi saya kesusahan untuk mengingat memori positif di kepala saya agar saya bisa ceria lagi. Ini seperti otak melarang Anda untuk mengingatnya kembali," kisahnya seperti dikutip dari BBC, Jumat (9/5/2014).
Tiap pasien ini kemudian diajari untuk menerapkan 'metode loci', di mana pasien memetakan ingatannya. "Misalkan ketika di rumah, Anda melihat ada ruang tamu dengan sofa dan TV. Harusnya agar seisi rumah mudah diingat Anda tinggal memasukkan obyek-obyek itu ke dalam 'koper' memori Anda," terang Dr Dalgleish.
Namun untuk memudahkan mengingat memori itu, Dr Dalgleish meminta pasiennya menciptakan gambaran aneh atau unik yang berkaitan dengan memori yang dimaksud. Misalnya ruang tamu tersebut digambarkan penuh dengan pasir, dan di dalam TV-nya muncul tayangan tentang laut, lengkap dengan suara ombak dan burung camar.
"Justru makin aneh gambaran ruang tamu di dalam memori Anda, makin mudah Anda mengingatnya, dibanding jika Anda harus mengingat seisi ruang tamu saja," imbuh Dr Dalgleish.
Ternyata cara ini membuahkan hasil. Peneliti menemukan 'peta memori' ini terbukti dapat meningkatkan kemampuan partisipan untuk mengingat memori tertentu. Apalagi ketika dibandingkan dengan kelompok partisipan lain yang menggunakan metode lainnya.
Bahkan metode ini dilaporkan peneliti dapat memberikan dampak jangka panjang, karena efeknya masih terlihat pada partisipan seminggu kemudian.
Emma pun merasakan manfaat yang sama. Ia sendiri terkejut dengan kemampuannya itu. "Memang butuh usaha lebih tapi saya merasakan ini benar-benar menaikkan mood saya," ujarnya.











































