Salah satunya menangis ketika sedang tidur. Air mata pun berkucuran meski tubuh dan otak sedang dalam keadaan istirahat. Kepercayaan sebagian orang mengatakan bahwa jika menangis ketika tidur atau menangis ketika bangun diramalkan akan menemui kesusahan atau kesialan dalam waktu dekat. Benarkah?
Ditanya tentang hal tersebut, dr Andreas Prasadja, RPSGT dari RS Mitra Kemayoran menjawab tidak tahu menahu tentang kemampuan mimpi untuk meramal. Namun jika dilihat dari segi medis, tentunya menangis ketika tidur memiliki penjelasan ilmiahnya.
"Mimpi itu kan sebagian kenangan kita sendiri. Jadi itu luapan emosi nyata kita, misalnya mimpi ketemu mantan, bangun tidur sumringah. Kalau mimpinya sedih lalu nangis, ya bangun bisa nangis beneran," tutur dokter yang terkenal dengan humornya itu ketika dihubungi detikHealth, Jumat (9/5/2014).
dr Ade menambahkan bahwa tidak ada alasan khusus mengapa seseorang bisa mengalami mimpi sedih atau senang, dan terbangun dalam kondisi sumringah atau menangis. Namun memang faktor memori atau kenangan berpengaruh terhadap mimpi seseorang.
"Kalau tidur mimpi random, bisa kenangan mana saja yang muncul," sambungnya lagi.
Dijelaskan lebih lanjut oleh dr Ade bahwa tidak ada pertanda bahwa seseorang memiliki gangguan jiwa atau mental meski sering bangun tidur dengan menangis. Namun dilanjutkannya bahwa bisa saja orang yang sering menangis dalam tidur memiliki trauma yang sangat menyedihkan, kehilangan anggota keluarga misalnya.
"Pengobatannya ya dengan dihilangkan dulu sedihnya. Bisa ketemu psikolog atau curhat sehingga kenangan sedih itu akan cepat hilang," terangnya.
(vit/vit)











































